Oleh Desi (siswi SMPN 3 Satu Atap Syiah Utama)
Sebelum mengenal hanphone (HP) saya sangat menikmati permainan-permainan yang biasa saya mainkan dengan teman-teman saya, seperti bermain kelereng, bermain karet, bola kasti dan lainnya.
oh ya, desa kami di Amor, kec mesidah. mungkin kalian bingung mengapa siswi SMP seperti saya menulis tentang sebelum mengenal HP, biasanya kalau dikota, siswi seumuran saya sudah mengenal HP sejak kecil bahkan sejak kandungan mungkin sudah diperdengarkan suara dari HP.
Desa kami baru saja dibangunkan Tower sekitar 3 tahun lalu, sangat menyenangkan bagi kami. setelah diaspalkan jalan sekarang didirikan tower. seperti mendapat hadiah besar dari pemerintah. Setiap rumah mulai membeli HP, kami bisa terhubung dengan keluarga lain diluar daerah, mendapatkan informasi juga menjadi semakin mudah.
Kini setelah 3 tahun euforia itu, saya merasa banyak yang berubah. di bidang pendidikan, guru-guru kami mulai mengajar menggunakan laptop, memakai infokus dan menggunakan internet. pelajaran menjadi menyenangkan dengan gambar dan vidio. dibidang ekonomi, jalanan kami jadi bertambah ramai, banyak kurir paket yang datang apalagi kalau musim buah kopi, setiap rumah sepertinya belanja online.
Bidang informasi tentu berpengaruh sekali pengetahuan kami bukan sekedar cerita pondok baru lagi, sekarang kami bisa tau cerita luar negeri sama seperti orang-orang lainnya. bahkan kehidupan sosial kami juga berubah. teman-teman saya dan kegiatan kami juga berubah. kami jadi lebih memilih bermain HP untuk mengisi waktu senggang, ada yang terhibur dengan menonton Tik Tok, ada yang bersemangat dengan bermain game, ada yang sibuk dengan kenalan barunya. padahal sebelumnya kami selalu berbagi cerita bersama.
sebelum mengenal HP, biasanya setelah pulang sekolah kami bermain karet loncat, ini adalah permainan yang paling saya sukai. saya bisa berlari sesuka saya, melompat setingginya, dan tertawa bersama sepuas-puasnya.
Tak perduli siapa yang menang siapa yang kalah, asalkan setiap hari bersama kami sudah bahagia. sekarang sudah tidak pernah lagi, semua sibuk dengan HP-nya, terkadang jika saya ingin bermain, saya ikat tali karetnya di tiang-tiang rumah. tapi tentu tidak sama rasanya dengan ketika bermain bersama mereka.
Ibu saya sering bercerita tentang masa kecilnya dan saya sering melihat mata bahagia ibu saya ketika menceritakan indahnya permainan masa kecilnya, yang sekarang tidak dapat beliau mainkan lagi karna sudah tua. tapi entah kenapa saya juga merasa kehilangan dan merindukan permainan itu, permainan yang tidak bisa lagi saya mainkan padahal saya masih kecil belum tua seperti ibu saya, tapi rasanya mata bahagia yang saya lihat pada ibu saya ketika bercerita masa kecilnya, sama persis dengan mata bahagia saya sekarang ketika menceritakan permainan itu dalam tulisan ini.
Saya bukan tidak mensyukuri anugerah tower ini, karena sangat membantu kami. Saya hanya merindukan bermain seperti dulu, saya ingin mengulanginya lagi, entah bagaimana caranya. Terimakasih teman-teman sudah menghiburku sebelum mengenal HP.

























































Leave a Review