Pemkab Abdya Tegaskan Komitmen Lindungi Ekosistem Gambut: RPPEG Jadi Panduan Pembangunan Berkelanjutan

Katacyber.com | Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di wilayahnya. Komitmen ini ditunjukkan melalui berbagai langkah strategis seperti penegakan regulasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penyediaan data dan informasi yang akurat. Selasa, (05/08/2025).

Hal itu disampaikan oleh Bupati Abdya melalui Plh. Asisten Pembangunan, Hamdi, S.STP., M.Si., saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ke-III tentang Kebijakan dan Strategi dalam Program, Kegiatan, dan Target Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG), yang berlangsung di Aula Bappeda Abdya.

FGD ini turut dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan LSM Yayasan Ekosistem Lestari, serta sejumlah keuchik dari Kecamatan Babahrot seperti Keuchik Ie Mirah, Keuchik Rukon Dame, dan Keuchik Cot Seumantok.

Dalam sambutannya, Hamdi menyampaikan bahwa RPPEG merupakan dokumen perencanaan yang memuat panduan utama bagi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga, memulihkan, dan memanfaatkan ekosistem gambut secara berkelanjutan.

“RPPEG ini menjadi acuan bersama dalam pembangunan yang ramah lingkungan, dengan tetap menjaga fungsi ekologis dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hamdi menegaskan bahwa ekosistem gambut memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah banjir, menyimpan karbon, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis keanekaragaman hayati.

Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi saat ini, seperti degradasi lahan, kebakaran hutan dan lahan, hingga alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

“Oleh karena itu, penyusunan dan pelaksanaan RPPEG bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap FGD ini tidak hanya menghasilkan dokumen, tetapi juga strategi nyata yang dapat diterapkan di lapangan, dengan memadukan kearifan lokal dan teknologi ramah lingkungan.

“Kami ingin menegaskan bahwa keberhasilan RPPEG ini bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh pihak baik pemerintah, akademisi, pelaku usaha, maupun masyarakat sipil,” tandasnya.

Hamdi menutup sambutan dengan harapan agar FGD kali ini mampu melahirkan rekomendasi yang tajam dan realistis, yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

“Gambut yang terjaga akan menjadi sumber kehidupan, sementara gambut yang rusak hanya akan mendatangkan bencana bagi kita semua,” tutupnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi