Katacyber.com|Kayuagung – Sekitar pukul 11.00 WIB, pantauan media di lokasi Pasar Bertingkat Kayuagung menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Hanya segelintir kios yang masih buka, dan hampir tidak terlihat adanya pengunjung. Di bagian pintu masuk utama, hanya dua kios yang masih bertahan dan rutin buka setiap hari, Jumat (01/07/2025).
Fendi, seorang penjahit yang beraktivitas di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi ini mulai memburuk sejak adanya aktivitas pasar kalangan pedagang BJ di lahan milik pribadi yang berlokasi tepat di sebelah pasar resmi.
“Biasanya, pada hari-hari biasa masih banyak pedagang pakaian BJ yang buka di kios bertingkat ini. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Pengunjung pun tidak ada yang naik ke atas. Banyak pedagang memilih pindah dan ikut bergabung ke lokasi pasar kalangan,” jelas Fendi.
Ketua DPD APPSI OKI, Yarlis, yang saat itu meninjau langsung kondisi di lantai dua kios bertingkat, turut menyayangkan keadaan tersebut. Menurutnya, dulu saat kios ini diinisiasi oleh APPSI, aktivitas perdagangan cukup ramai, terutama pada hari Sabtu.
“Bagaimana pemerintah daerah mau mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika pengelola pasar tidak peka? Mereka membiarkan aktivitas pasar yang tidak resmi berkembang, yang jelas-jelas berdampak pada pedagang yang sudah difasilitasi oleh pemerintah,” tegas Yarlis.
Ia menambahkan bahwa APPSI telah berkali-kali menyampaikan keluhan para pedagang kepada Dinas Perdagangan OKI, baik melalui surat resmi maupun dengan datang langsung untuk berdialog. Meski kepala dinas sudah beberapa kali berganti, belum ada solusi konkret yang diterapkan.
“Kami harap siapa pun Kepala Dinas-nya nanti, harus berani mengambil langkah tegas dan konkret demi menyelamatkan para pedagang resmi dan menjaga marwah pasar yang sudah dibangun dengan anggaran daerah,” pungkasnya.























































Leave a Review