Menuju seratus hari kerja Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan krusial: Apakah janji-janji kampanye yang diucapkan hanya sekadar omong kosong? Dalam konteks ini, kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan pahit yang masih membayangi provinsi Sumut yang kaya akan sumber daya ini. Keadaan Sumatera Utara saat ini masih jauh dari kata aman; pencurian dan kejahatan merajalela, sementara kemiskinan terus menghantui banyak keluarga.
Di tengah harapan akan perubahan, masyarakat Sumut masih merasakan ketidakpastian. Pencurian yang terjadi di berbagai sudut kota, dari kawasan perkotaan hingga desa-desa terpencil, menciptakan suasana ketakutan yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Malam yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, kini berubah menjadi saat-saat penuh kecemasan. Keberanian untuk melangkah keluar rumah sering kali dibayangi oleh rasa takut akan kehilangan harta benda atau bahkan keselamatan diri.
Kejahatan yang merajalela ini bukan hanya mencuri barang-barang berharga, tetapi juga mencuri rasa aman yang seharusnya dimiliki setiap individu. Dalam situasi seperti ini, janji-janji kampanye yang menjanjikan keamanan dan ketertiban menjadi semakin relevan. Namun, tanpa tindakan nyata, semua itu hanya akan menjadi retorika belaka.
Di sisi lain, kemiskinan masih menjadi momok yang menghantui banyak warga Sumut. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan, masih ada wajah-wajah yang tertegun, menanti uluran tangan yang tak kunjung datang. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar, terpaksa terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Mereka adalah generasi yang seharusnya menjadi harapan, namun terancam kehilangan masa depan yang cerah.
Janji untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan pelaku UMKM, dan menciptakan lapangan kerja harus segera diwujudkan. Tanpa langkah konkret, harapan tersebut akan sirna, dan masyarakat akan semakin skeptis terhadap kepemimpinan yang ada.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menuntut pertanggungjawaban dari pemimpin yang terpilih. Masyarakat perlu bersuara, menuntut agar janji-janji kampanye tidak hanya menjadi omong kosong. Kita harus mendorong Gubernur untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dalam menangani masalah keamanan dan kemiskinan, sesuai dengan 17 program prioritas dalam pemerintahan Bobby Nasution dan Surya dalam kampanye mereka.
Kita perlu menggalang kekuatan masyarakat sumut, saling menjaga dan melindungi satu sama lain. Dengan membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang peduli terhadap keamanan lingkungan, kita dapat menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif. Keberanian untuk melaporkan tindakan kriminal dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi ancaman adalah langkah awal yang krusial.
Menuju seratus hari kerja Gubernur Sumut, kita harus menuntut tindakan nyata. Janji-janji yang diucapkan selama kampanye harus diukur dengan hasil yang terlihat di lapangan. Masyarakat Sumatera Utara berhak untuk hidup dalam keamanan dan kesejahteraan. Mari kita bersatu, menyalakan semangat juang, dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman, sejahtera, dan bermartabat.
*Penulis adalah M Hafidz Siregar, Kabid PA komisariat Ushuluddin























































Dari dulu emang pak Boby kebanyakan janji manis, tp anehnya masyarakat sumut masih juga tetap pilih dia🥹