Jembatan Lango – Lawet Kembali Dibangun, Harapan Baru Warga Pedalaman Aceh Barat

Jembatan Lango – Lawet Kembali Dibangun, Harapan Baru Warga Pedalaman Aceh Barat (Doc/Ist)

Katacyber.com | Meulaboh – Setelah bertahun-tahun terhenti, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akhirnya kembali melanjutkan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Lango dan Desa Lawet di Kecamatan Pante Ceureumen. Proyek tersebut menjadi kabar gembira bagi masyarakat pedalaman yang selama ini terisolasi akibat belum rampungnya infrastruktur penghubung antar desa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Dr. Kurdi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut telah resmi dimulai kembali setelah sempat terbengkalai sejak tahun 2018. “Alhamdulillah, tahun ini jembatan Lango–Lawet kembali dilanjutkan. Material sudah dibawa ke lokasi, dan proses pengerjaan sedang berjalan sesuai tahapan,” ujar Kurdi, Senin (6/10/2025).

Proyek pembangunan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai lebih dari Rp 2,6 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh rekanan CV Nagah Berlian dan ditargetkan rampung tepat waktu sesuai kontrak. “Kami memastikan bahwa seluruh tahapan pembangunan akan diawasi secara ketat agar berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Kurdi menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, keselamatan para pekerja merupakan aspek yang tidak bisa diabaikan. “Kami minta seluruh tenaga kerja mematuhi aturan K3, menggunakan atribut keselamatan lengkap, dan menjaga kualitas pekerjaan agar hasilnya optimal dan aman digunakan,” kata Kurdi.

Jembatan Lango–Lawet terletak di atas aliran sungai besar yang selama ini menjadi satu-satunya jalur pemisah antara dua wilayah desa di Kecamatan Pante Ceureumen. Sejak dibangun pertama kali pada 2018, proyek ini hanya menyelesaikan bagian abutment atau pondasi ujung jembatan. Akibat keterbatasan anggaran kala itu, pembangunan terhenti total dan tidak pernah dilanjutkan.

Ketidaktuntasan pembangunan jembatan tersebut menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat tajam. Ketiadaan jembatan membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas, termasuk dalam distribusi hasil pertanian dan akses layanan pendidikan.

Kurdi menjelaskan, proyek ini merupakan prioritas utama pemerintahan Bupati H. Tarmizi dan Wakil Bupati Said Fadheil. Di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek-proyek strategis yang berdampak langsung bagi kepentingan publik. “Walaupun anggaran terbatas, kami fokus pada infrastruktur yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, jembatan Lango–Lawet bukan sekadar fasilitas penghubung, tetapi merupakan sarana vital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial di wilayah pedalaman. “Pembangunan jembatan ini sangat mendesak, karena menjadi jalur utama bagi distribusi hasil pertanian, transportasi masyarakat, serta akses pendidikan bagi anak-anak sekolah,” terang Kurdi.

Setelah rampung, jembatan tersebut akan menghubungkan tiga desa sekaligus, yakni Lango, Lawet, dan Canggai, yang berada di kawasan terpencil Kecamatan Pante Ceureumen. Dengan adanya jembatan baru ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah pelosok.

Kurdi menambahkan bahwa proyek ini juga menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur dasar yang sempat tertunda. “Kami ingin memastikan setiap program yang telah direncanakan benar-benar terealisasi, bukan hanya berhenti di atas kertas. Masyarakat harus bisa merasakan manfaat nyata dari pembangunan ini,” tutupnya.

Dengan kembalinya proyek jembatan Lango–Lawet, Pemerintah Aceh Barat menegaskan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Jembatan tersebut diharapkan dapat menjadi penyambung akses, ekonomi, dan harapan bagi masyarakat Kecamatan Pante Ceureumen menuju masa depan yang lebih baik.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi