Katacyber.com | Lhokseumawe – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Lhokseumawe mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus teror yang dialami influencer nasional Sherly Annavita Rahmi, menyusul kritiknya terhadap penanganan bencana banjir di Sumatera, Sabtu, (10/01/2026).
Ketua IPNU Lhokseumawe, Khalish Nur Hidayatullah, menilai aksi teror berupa pengiriman telur busuk dan coretan piloks merah di kediaman Sherly di Jakarta merupakan bentuk intimidasi serius yang tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, tindakan tersebut telah mengganggu rasa aman publik dan berpotensi mengancam keselamatan individu.
“Kritik yang disampaikan Sherly terkait banjir Aceh merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Namun justru dibalas dengan teror. Ini jelas mencederai demokrasi dan rasa aman masyarakat,” ujar Khalish.
Ia menegaskan, kasus teror terhadap Sherly Annavita Rahmi masuk dalam ranah pidana serius, khususnya kejahatan siber, yang wajib ditangani secara profesional dan transparan. IPNU secara khusus meminta Mabes Polri turun tangan langsung untuk mengawasi dan mempercepat proses penyelidikan.
“Kami yakin Mabes Polri mampu memberikan atensi khusus dan menginstruksikan langkah tegas. Penegakan hukum harus hadir untuk melindungi rakyat dari segala bentuk intimidasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khalish mendesak agar pelaku segera ditangkap guna mencegah terulangnya aksi teror serupa. Ia menilai pembiaran terhadap teror digital dan fisik dapat merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Jangan biarkan peneror bebas berkeliaran. APH harus mengusut kasus ini sampai tuntas demi keadilan dan keamanan masyarakat,” tambahnya.
IPNU Lhokseumawe berharap penanganan cepat dan tegas dapat memulihkan kepercayaan publik. “APH harus mendengar suara rakyat. Usut tuntas kasus teror terhadap Sherly agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tutup Khalish Nur Hidayatullah.





















































Leave a Review