Katacyber.com ǀ Jakarta – Menyambut International Women’s Day (IWD), Anggota DPR RI Alimudin Kolatlena menegaskan komitmen dan harapannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Dalam negara demokrasi, peran perempuan sangatlah penting, Jumat (07/03/2025).
Menurutnya, Indonesia sendiri dalam partisipasi politik, kontribusi perempuan sangatlah besar, baik sebagai pemilih, kandidat, dan pembuat kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan semua kelompok.
“Kita menyadari sungguh, bahwa perempuan memegang peranan penting dalam kerangka negara demokrasi. Perempuan kita maknai lebih jauh sebagai warga negara, pemimpin dan agen perubahan” ujar politisi Gerindra asal Maluku dengan nada optimis.
Lanjut politisi yang akrab disapa Kolatlena, terkait Pemilu legislatif 2024 misalnya, keterwakilan perempuan di parlemen sebanyak 127 orang dari total anggota dewan atau sebesar 21,9 persen. Hal tersebut adalah persentase terbesar anggota DPR perempuan terbanyak sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia.
Di juga menyinggung soal kesetaraan gender, pendidikan, dan kesehatan adalah tugas dan tanggung jawab bersama dalam berbangsa dan bernegara.
“Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sebagai mitra komisi VIII DPR RI, kami dan rekan-rekan terus berkontribusi positif dan berkomitmen untuk memperjuangan hak-hak perempuan dan anak”. Katanya lagi.
Dia menguraikan, Peran perempuan dalam penguatan masyarakat sipil terutama sebagai penggerak, advokasi, dan gerakan sosial dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah juga begitu gigih.
Demikian halnya dari aspek pembangunan ekonomi, partisipasi dalam angkatan kerja dan kewirausahaan. Kontribusi perempuan bagi pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan sangat signifikan.
“Untuk Rencana Tenaga Kerja Nasional (RTKN) 2025-2029, pemerintah kan begitu konsen untuk membangun sinergi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat luas guna menciptkan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing global.” ujarnya.
Dia juga membahas relevansi antara perdamaian dunia dengan dinamika dan peran perempuan di level nasional maupun internasional.
“Kaitannya dengan pemeliharaan perdamaian dunia ini ya, peran perempuan dalam resolusi konflik telah memberi perspektif yang unik dalam mendorong stabilitas dan keamanan baik di kawasan dan global”. tutur Kolatlena.
Dia berharap, peran perempuan sebagai pilar penting dalam meperkuat demokrasi sekaligus memastikan inkluvitas bagi masa depan negara dan dunia yang berkadilan.
“Kiita harus memastikan bahwa perempuan mendapatkan akses yang setara dalam pendidikan dan tekhnologi informasi, menghilangkan stereotif gender, kepemimpinan, inovasi dan kreatifitas bagi keseimbangan hidup dan kerja. Hak-hak ini akan terus diperjuangkan sebagai wujud kesadaran kita atas hukum internasional yang telah diratifikasi ke dalam hukum nasional”. kata Kolatlena.
Seperti diketahui bersama, Hari Perempuan Internasional (International Womens’s Day/IWD) diperingati pada tanggal 8 Maret 2025. Peringatan tahun ini bertepatan dengan dengan peringatan 30 tahun Landasan dan Deklarasi Beijing (Beijing Declaration and Platform for Action).























































Leave a Review