Katacyber.com | Sabang – Suasana Meuseuraya Festival 2025 di Balee Meuseuraya, Banda Aceh, Jumat malam (26/9/2025), dipadati pengunjung. Salah satu stand yang ramai dikunjungi adalah milik Eco Print Sabang dengan merek Sacrafodri.
Di stand tersebut, pengunjung tampak antusias memilih produk. Ada yang mencoba daster, membentangkan jilbab, hingga menawar sarung bantal dengan motif khas. Produk eco print berbahan alami itu menjadi salah satu primadona festival.
Eco Print Sabang menghadirkan beragam produk, mulai dari outer, jilbab segi empat, taplak meja, hingga bantal kursi. Proses pewarnaan menggunakan teknik eco print, yakni memanfaatkan daun, bunga, ranting, akar, hingga buah yang banyak dijumpai di Sabang.
“Semua prosesnya alami tanpa campuran bahan kimia. Motif dan warnanya pun lahir dari kekayaan alam Sabang,” ujar pemilik Eco Print Sabang, Erna Fefilinda, yang akrab disapa Bunda Linda.
Meski kain dasar masih dipesan online dari luar daerah karena lebih murah dibandingkan beli di Sabang, namun seluruh proses produksi dilakukan di Sabang dengan melibatkan perempuan setempat.
“Alhamdulillah, usaha ini membuka lapangan kerja kecil bagi ibu-ibu di Sabang. Jadi manfaatnya tidak hanya bagi saya, tetapi juga masyarakat,” jelasnya.
Produk Eco Print Sabang kini telah dikenal luas sebagai oleh-oleh khas Sabang. Wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama dari Malaysia, menjadi pembeli tetap. Bahkan dalam dua hari sejak pembukaan festival, omzet penjualan sudah menembus hampir Rp12 juta.
“Rata-rata omzet bulanan kami lebih Rp10 juta. Kalau ada event besar seperti ini, penjualan meningkat tajam. Produk yang paling laris daster, jilbab, dan bantal kursi,” kata Linda.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena sejak 2024 usahanya menjadi binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh. Dukungan itu, menurutnya, sangat berperan dalam memperluas jaringan, promosi, hingga penguatan kapasitas usaha.
Linda mengaku mendapat banyak dukungan, mulai dari fasilitas booth gratis hingga kesempatan bisnis matching.
“Kita enggak pernah ajukan diri, tapi karena dibina BI, selalu dilibatkan dalam expo. Kadang produk kita juga dipakai jadi hampers acara BI, kemarin sempat ada 60 hampers berisi jilbab eco print Sabang dan cokelat Sabang. Itu sangat membantu promosi,” tuturnya.
Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Eco Print Sabang di ajang tersebut. Menurutnya, keberhasilan UMKM lokal yang mampu menembus pasar nasional bahkan mancanegara adalah bukti bahwa kreativitas masyarakat Sabang memiliki nilai jual tinggi.
“Eco Print Sabang adalah contoh nyata bagaimana potensi lokal bisa diolah menjadi produk unggulan yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Pemerintah Kota Sabang tentu sangat mendukung usaha seperti ini, karena selain membuka lapangan kerja, juga mengangkat citra pariwisata Sabang,” ujar Zulkifli.
Ia berharap produk-produk kreatif UMKM Sabang terus berkembang, sehingga menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.
“Kami ingin agar setiap wisatawan yang datang ke Sabang dapat membawa pulang produk khas, salah satunya Eco Print ini. Ini adalah wujud promosi daerah sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Linda pun berharap Meuseuraya Festival dapat terus berlanjut setiap tahun. “Acara seperti ini memberikan manfaat besar untuk UMKM lokal. Dari promosi, pengemasan produk, hingga business matching, semua difasilitasi BI. Kalau berkelanjutan, produk kita makin dikenal luas,” pungkasnya.























































Leave a Review