Dishub Sabang Imbau Pelajar Gunakan Bus Sekolah untuk Cegah Kecelakaan

Katacyber.com | Sabang – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kota Sabang menjadi peringatan serius bagi semua pihak, terutama terkait penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa yang belum cukup umur. Di tengah kondisi tersebut, fasilitas bus sekolah gratis yang telah beroperasi sejak puluhan tahun lalu dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Husaini, Senin (6/4/2026), mengatakan keberadaan bus sekolah merupakan upaya pemerintah untuk menjamin keselamatan pelajar sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan.

Menurutnya, layanan bus sekolah beroperasi setiap hari dengan sistem antar-jemput yang telah disesuaikan dengan jam masuk sekolah. Bus bahkan mulai beroperasi sejak subuh untuk memastikan siswa tiba sebelum pukul 07.30 WIB.

Namun demikian, ia mengakui belum semua pelajar memanfaatkan layanan tersebut. Sejumlah siswa masih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena kendala akses, seperti kondisi jalan menuju rumah yang sempit dan tidak dapat dilalui bus. Selain itu, faktor orang tua yang mengizinkan anak membawa kendaraan juga turut memengaruhi.

Husaini menambahkan, kecelakaan yang melibatkan pelajar justru lebih sering terjadi di luar jam sekolah. Meski demikian, ia menegaskan penggunaan kendaraan oleh pelajar tetap perlu dibatasi, baik saat berangkat ke sekolah maupun di luar aktivitas belajar.

“Walaupun banyak kejadian di luar jam sekolah, tetap kita sarankan anak tidak diizinkan membawa kendaraan, termasuk ke sekolah. Sebisa mungkin dihindari, dan kalau memungkinkan gunakan bus sekolah,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa minat penggunaan bus sekolah di Sabang sebenarnya cukup tinggi dan pemanfaatannya tergolong baik. Namun, ia tetap mengimbau khususnya bagi pelajar yang belum memenuhi syarat berkendara agar tidak menggunakan kendaraan pribadi.

“Yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM, sebaiknya tidak membawa kendaraan sendiri. Gunakan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah,” katanya.

Di Kota Sabang terdapat 10 unit bus sekolah yang beroperasi setiap hari. Dua unit di antaranya dikhususkan untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), sementara sisanya melayani pelajar umum di berbagai rute hingga ke kawasan Gampong Iboih.

Sebagai solusi atas kendala akses, Husaini menyarankan orang tua untuk mengantar anak ke titik terdekat atau jalan utama yang dilalui bus sekolah agar tetap dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, khususnya terkait penggunaan kendaraan bermotor, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya. Pemerintah berharap pemanfaatan bus sekolah gratis dapat terus ditingkatkan sehingga angka kecelakaan pelajar di Kota Sabang dapat ditekan.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi