Akses Terputus Total, 10.000 Warga Gayo Lues Mengungsi: Stok Logistik Hanya Cukup Dua Hari

Katacyber.com | Gayo Lues – Sekitar 10.000 masyarakat Kabupaten Gayo Lues terpaksa mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Kondisi semakin mencekam karena stok kebutuhan pokok bagi para pengungsi diperkirakan hanya mampu bertahan dua hari ke depan. Minggu, (30/11/2025)

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Gayo Lues Indonesia (PMGI), Syahputra Ariga, mengungkapkan bahwa akses darat menuju Gayo Lues hingga saat ini putus total, sehingga distribusi logistik tidak dapat dilakukan melalui jalur darat. Satu-satunya akses yang memungkinkan hanyalah melalui jalur udara, yang tentu memiliki keterbatasan.

Selain terisolasi secara fisik, Gayo Lues juga mengalami keterisolasian informasi akibat jaringan komunikasi yang ikut terputus. Banyak kabar dari lokasi bencana tidak tersampaikan secara utuh ke luar daerah. Kondisi diperparah dengan pasokan listrik yang hanya menyala di beberapa titik di Blangkejeren. Itu pun bergantung pada ketersediaan BBM yang diperkirakan hanya cukup untuk lima hari ke depan, sehingga pemadaman bergilir mulai diberlakukan.

Di tengah situasi yang penuh ketidaknyamanan dan ketidakpastian ini, masyarakat Gayo Lues meminta perhatian serius dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Syahputra menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk memperoleh perlindungan, pelayanan, dan jaminan keselamatan, terutama dalam keadaan darurat seperti sekarang.

“Kami mengharapkan keadilan dan perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk segera memberikan atensi terhadap keadaan kami. Sebagai masyarakat, kami memiliki hak yang harus dipenuhi, apalagi di tengah kondisi darurat ini,” ujarnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi