Katacyber.com | Banda Aceh – Maraknya kalangan anak-anak yang mengemis di berbagai sudut kota Banda Aceh hingga larut malam menuai respons dari Ketua Yayasan Rumoh Geutanyo Aceh, Zubaidah Azwan, Kamis (24/07/2025).
Zubaidah Azwan menyampaikan dirinya turut prihatin saat melihat anak-anak yang masih melakukan praktik meminta-minta, sebagai sosok seorang ibu, dia juga merasa terdorong untuk menyurati persoalan tersebut ke Walikota Banda Aceh.
“Kami merasa terpanggil merespons fenomena itu, kami juga seorang ibu dan juga warga Banda Aceh yang menginginkan Kota Banda Aceh nyaman untuk anak. Dalam momen peringatan hari anak, semoga Pemko Banda Aceh juga terpanggil mengurus nasib anak-anak yang masih meminta-minta hingga larut malam.” kata pada katacyber.com.
Dalam suratnya yang ditujukan kepada Wali Kota Banda Aceh atau Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Zubaidah Azwan mengatakan Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan berpendidikan.
Kehadiran mereka di jalanan, dalam kondisi rentan dan tereksploitasi, mencerminkan kondisi sosial yang harus segera ditangani.
“Kami memandang bahwa upaya penertiban saja tidak cukup. Diperlukan pendekatan pembinaan yang terpadu agar mereka tidak kembali ke jalan, melainkan dapat menjalani kehidupan yang lebih layak.” katanya lagi.
Selanjutnya, Ketua yayasan menegaskan terdapat empat bentuk pembinaan yang diharapkan yaitu:
1. Pendirian atau penguatan rumah singgah sebagai tempat perlindungan sementara dan pembinaan anak jalanan.
2. Penyediaan pendidikan non-formal, keterampilan dasar, dan bimbingan rohani bagi anak-anak tersebut.
3. Pendekatan kepada keluarga mereka dengan program pelatihan kerja atau bantuan ekonomi untuk mencegah anak kembali mengemis.
4. Kerja sama lintas sektor antara pemerintah, organisasi keagamaan, LSM, dan masyarakat untuk mendukung program rehabilitasi sosial.
Di akhir suratnya, Zubaidah Azwan kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mewujudkan kota terbebas dari praktik eksploitasi anak perlu disikapi dengan akasi nyata dari pemerintah.
“Kami yakin bahwa dengan komitmen dan langkah nyata, Banda Aceh dapat menjadi kota yang benar-benar ramah anak dan bebas dari eksploitasi anak di jalanan.” tutupnya.























































Leave a Review