Katacyber.com | Yogyakarta –
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyambut positif langkah kolaboratif antara Data Desa Presisi (DDP) yang dikembangkan IPB University dan inisiatif Koperasi Merah Putih yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat basis data pembangunan desa yang lebih akurat serta membangun sistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Sabtu, (19/07/2025).
Kunjungan kerja tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Dr. Ferry Juliantono, serta Guru Besar Sosiologi Pedesaan IPB University, Prof. Dr. Ir. Sofyan Sjaf, M.Si. Keduanya melakukan audiensi dengan Sri Sultan di Kompleks Keraton Yogyakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sofyan menjelaskan bahwa Data Desa Presisi merupakan sistem pemetaan data berbasis sensus dan partisipasi masyarakat. Data ini menjadi penting sebagai acuan membangun desa secara akurat, terutama untuk pengembangan koperasi sebagai entitas ekonomi berbasis data.
“Data Desa Presisi menyajikan realitas sosial, ekonomi, dan sumber daya yang dimiliki desa secara komprehensif. Ini akan memperkuat ekosistem koperasi agar bisa tumbuh sesuai dengan kebutuhan dan potensi nyata masyarakat,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Dr. Ferry menyatakan bahwa koperasi yang dibangun atas dasar data yang presisi akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, koperasi tidak bisa lagi sekadar dibentuk berdasarkan arahan pusat, tetapi harus berbasis kondisi riil yang dihadapi masyarakat desa.
Sri Sultan dalam tanggapannya menilai bahwa keberadaan data desa yang presisi akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran warga untuk berinisiatif membangun desa tanpa selalu bergantung pada pemerintah.
“Saya sangat mendukung pendekatan berbasis data ini. Namun, yang tidak kalah penting, masyarakat juga harus punya inisiatif. Pemerintah tidak mungkin mengurus semua tanpa dukungan partisipasi dari warga,” tegasnya.
Saat ini, Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 483 desa yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model nasional untuk penguatan ekonomi desa berbasis data presisi dan koperasi.
























































Leave a Review