Penunjukan Kepala MIS Simpur Diduga Dipolitisasi, Masyarakat Bener Meriah Protes

Katacyber.com | Bener Meriah – Penunjukan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Simpur di Kabupaten Bener Meriah menuai protes dari masyarakat setempat. Masyarakat menilai proses pengangkatan kepala madrasah kali ini sarat kepentingan dan diduga kuat dipolitisasi. (Kamis, 03/07/2025)

Polemik bermula dari penunjukan Tajuk Tangke Nate, S.P sebagai kepala MIS Simpur yang dinilai tidak pernah terlibat aktif atau berdedikasi sebelumnya di lembaga tersebut. Penunjukan ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap nasib dan kualitas pengelolaan pendidikan di madrasah tersebut ke depan.

“Kuat dugaan benar penunjukan kepala MIS tersebut disebabkan adanya unsur politisir, bukan murni karena kepentingan pendidikan. Karena MIS itu sekolah Islam, tapi yang ditunjuk justru keilmuannya dari bidang pertanian,” ujar UB, warga Desa Simpur.

Menurut informasi yang dihimpun, kepala madrasah yang baru diangkat tersebut merupakan anak dari Ketua Komite MIS Simpur saat ini. Kondisi ini memperkuat dugaan publik adanya konflik kepentingan dalam proses penunjukan tersebut.

Masyarakat berharap agar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bener Meriah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengangkatan kepala madrasah. Mereka meminta Kemenag memastikan bahwa penunjukan pimpinan lembaga pendidikan dilakukan secara profesional, adil, dan transparan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik dan menjamin mutu pendidikan di Kabupaten Bener Meriah.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi