APPSI OKI: Pedagang Minta Pemerintah Daerah Lebih Berpihak pada Pasar Tradisional

Foto: Ilustrasi

Katacyber.com | OKI – Upaya pemerintah daerah dalam melindungi keberlangsungan pasar tradisional di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh para pedagang pasar.

Kondisi tersebut terlihat dari semakin ramainya aktivitas perdagangan di kawasan Taman Segitiga Emas Kayuagung. Lokasi yang awalnya berfungsi sebagai ruang terbuka dan tempat berolahraga masyarakat kini dipenuhi aktivitas jual beli dengan beragam jenis dagangan, mulai dari pakaian, kebutuhan rumah tangga, hingga bahan kebutuhan pokok. Jenis barang yang dijual pun hampir sama dengan yang diperdagangkan di Pasar Kayuagung.

Menurut para pedagang, kawasan Taman Segitiga Emas saat ini telah berubah fungsi layaknya sebuah pasar, terutama pada setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap menurunnya jumlah pengunjung di pasar tradisional.

“Biasanya setiap hari Minggu Pasar Kayuagung sangat ramai dan mengalami lonjakan pengunjung. Namun sejak aktivitas perdagangan di Taman Segitiga Emas semakin berkembang, jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional terus menurun. Kami berharap ada perhatian dan keberpihakan dari pemerintah daerah,” ungkap salah seorang pedagang.

Selain berada di pusat Kota Kayuagung, lokasi Taman Segitiga Emas juga sangat strategis sehingga lebih mudah diakses masyarakat. Hal itu membuat aktivitas perdagangan di kawasan tersebut semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Para pedagang juga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut mereka, apabila pasar tradisional terus kehilangan pembeli, maka para pedagang akan semakin sulit mempertahankan usahanya.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten OKI, Yarlis, mengatakan pihaknya masih menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten OKI untuk melindungi dan menghidupkan kembali pasar tradisional.

“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk meramaikan pasar tradisional, salah satunya melalui gerakan ‘Ayo Belanja ke Pasar’. Pasar tradisional harus mendapat perlindungan dan keberpihakan agar tetap menjadi pusat perekonomian masyarakat,” ujar Yarlis.

Menurut APPSI OKI, keberlangsungan pasar tradisional bukan hanya menyangkut kepentingan para pedagang, tetapi juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten OKI.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi