Idul Adha Hijau: DLH Aceh Barat Wajibkan Kurban Minim Sampah Plastik

Katacyber.com | Meulaboh — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat bergerak cepat memastikan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah berjalan selaras dengan kelestarian alam. Melalui gerakan “Kurban Minim Sampah: Kurban Berkah, Bumi Terjaga”, DLH meluncurkan instruksi dan panduan teknis yang ditujukan kepada seluruh panitia kurban di masjid, gampong, dan instansi pemerintahan di seluruh wilayah Aceh Barat.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, Dr. Kurdi, dalam keterangannya pada Selasa (26/5/2026), menegaskan bahwa momentum ibadah kurban tahun ini harus menjadi titik balik perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, terutama menekan penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi masalah klasik pasca-penyembelihan.

​”Mari kita wujudkan ibadah kurban yang penuh berkah dengan mengurangi sampah, menjaga lingkungan, dan menebar manfaat bagi semua. Jaga alam dengan mengurangi sampah berarti kita ikut menjaga ciptaan Allah SWT. Kita ingin wariskan lingkungan yang bersih untuk generasi esok,” ujar Dr. Kurdi

​Kurdi juga menyitir sebuah hadis untuk memperkuat esensi gerakan ini dari sisi religius. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang apabila berbuat, mereka berbuat dengan Ihsan” (HR. Baihaqi). Menurutnya, berbuat ihsan (baik/sempurna) dalam berkurban juga mencakup cara memperlakukan lingkungan sekitar tempat ibadah tersebut dilaksanakan.

​Guna mempermudah penerapan di lapangan, DLH Aceh Barat telah merumuskan 5 langkah strategis yang wajib diperhatikan oleh panitia kurban sejak fase persiapan hingga pasca-acara, yakni:

  1. Rencana Matang: Memetakan jumlah hewan, penerima, dan logistik non-plastik sejak awal.
  2. Higienitas Lokasi: Menggunakan alas terpal bersih agar daging tidak menyentuh tanah.
  3. Pilah di Tempat: Mengganti kresek dengan wadah ramah lingkungan (besek, daun, atau wadah reusable).
  4. Distribusi Tertib: Menggunakan kupon terjadwal atau sistem antar untuk mencegah kerumunan.
  5. Evaluasi Zero Waste: Membersihkan total lokasi dan mengangkut sampah terpilah setelah acara.

​Gerakan Swadaya: Warga Diimbau Bawa Rantang dan Wadah Sendiri
​Selain mengikat pihak panitia, DLH Aceh Barat juga mengetuk kepedulian masyarakat luas (sahibul kurban maupun penerima daging). Warga diimbau secara aktif melakukan lima aksi nyata berikut:

  1. Bawa Wadah Sendiri: Membawa rantang atau box makanan dari rumah.
  2. Boikot Kantong Plastik: Menolak penggunaan kresek hitam yang tidak higienis.
  3. Kearifan Lokal: Memanfaatkan daun lebar sebagai pembungkus alami.
  4. Sedekah Sampah Organik: Mengumpulkan kotoran hewan untuk dijadikan pupuk atau pakan.
  5. Edukasi Kolektif: Saling mengingatkan keluarga dan tetangga untuk menjaga kebersihan.

​Dr. Kurdi menjelaskan, jika pemilahan sampah ini dilakukan secara masif, maka volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan berkurang drastis, sehingga menghemat biaya operasional pengelolaan sampah daerah. Lebih dari itu, sampah yang terpilah memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat

“Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, citra gotong royong masyarakat Aceh Barat akan semakin positif. Ini adalah langkah nyata kita bersama demi mendukung Aceh Barat yang hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya. (GM)

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi