Akses Jalan Pasar Kayuagung Kian Sempit, Masyarakat Minta Penataan Ulang Lapak Pedagang

Katacyber.com | OKI – Kondisi lapak dan kios pedagang di kawasan Shopping Center serta Pasar Tradisional Lorong Kabul, Kayuagung, kembali menjadi sorotan masyarakat. Banyak pedagang dinilai memajang barang dagangan melebihi batas lapak yang telah ditentukan, sehingga menyebabkan akses jalan pasar menjadi sempit dan mengganggu aktivitas pengunjung.

Berdasarkan informasi dari salah seorang pengunjung pasar yang enggan disebutkan namanya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pihak pengelola pasar.

“Kami hampir setiap hari ke Pasar Kayuagung. Dulu para pedagang masih tertib berjualan dan akses jalan tidak sesempit sekarang. Terutama di tikungan akses masuk pasar, motor saja susah lewat karena banyak kendaraan yang parkir di depan kios pedagang,” ujarnya, Jumat (15/05/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut diduga bermula dari beberapa pedagang yang lebih dahulu memajukan lapaknya melebihi batas, kemudian diikuti pedagang lainnya.

“Sepertinya ada pedagang yang memulai lebih dulu memajukan dagangannya, lalu pedagang lain ikut-ikutan maju. Akhirnya jalan pasar menjadi semakin sempit,” katanya.

Ia menambahkan, situasi itu kini sangat mengganggu kenyamanan pengunjung maupun kendaraan yang melintas di area pasar.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama dan sepertinya belum ada perhatian serius dari pengelola pasar,” tambahnya.

Masyarakat berharap pihak pengelola pasar, yakni Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dapat segera melakukan penataan ulang terhadap lapak dan kios pedagang agar pasar kembali tertib dan nyaman.

“Kami berharap Dinas Perdagangan OKI dapat menata kembali keberadaan pedagang agar pasar kembali rapi, tertib, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan kendaraan yang melintas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI OKI, Yarlis, saat dimintai tanggapannya oleh media mengatakan bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah sering disampaikan kepada pihak terkait melalui UPTD Pasar Kayuagung.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama dan juga sudah sering saya sampaikan kepada Dinas Perdagangan OKI melalui UPTD Pasar Kayuagung. Namun saya belum mengetahui mengapa hingga saat ini aspirasi serta keluhan dari pengunjung maupun sebagian besar pedagang belum mendapat respons yang maksimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi di kawasan Pasar Tradisional Lorong Kabul, di mana banyak pedagang berjualan melebihi batas lapak hingga mengganggu akses jalan pengunjung pasar.

“Pedagang berjualan sudah melebihi batas ukuran lapaknya sehingga akses jalan pasar menjadi sempit. Ini sebenarnya menjadi tugas UPTD Pasar Kayuagung selaku pelaksana teknis Dinas Perdagangan. Kita berharap pihak pengelola pasar segera merespons aspirasi dan keluhan masyarakat ini,” tutupnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi