Katacyber.com | Banda Aceh – PT Gayo Mineral Resources (GMR) secara resmi menuntaskan rangkaian misi Helikopter Kemanusiaan sebagai bagian dari dukungan tanggap darurat terhadap bencana hidrometeorologi dan dampak Siklon Tropis Senyar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Penutupan fase ini menandai peralihan peran perusahaan dari respons darurat menuju rehabilitasi dan pemulihan pascabencana, seiring dengan konfirmasi pemerintah daerah bahwa kebutuhan logistik dasar di tingkat kabupaten mulai tertangani dengan lebih stabil.
Sejak hari-hari awal bencana, GMR hadir langsung di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang sempat terisolasi akibat banjir bandang dan longsor. Dukungan kemanusiaan dilakukan melalui berbagai moda, termasuk jalur udara, guna memastikan bantuan dapat menjangkau warga secara cepat saat akses darat belum memungkinkan.
Dalam periode tanggap darurat, tim respons bencana GMR telah mengevakuasi lebih dari 300 warga yang terjebak banjir dan longsor. Ketika jalur darat masih terputus, perusahaan juga mengirimkan sekitar 1 ton bantuan logistik ke Blangkejeren menggunakan pesawat charter jenis Cessna, demi memastikan kebutuhan dasar pengungsi dan posko lapangan tetap terpenuhi.
Seiring terbatasnya jangkauan pesawat kecil ke wilayah terisolasi, upaya kemanusiaan diperkuat melalui serangkaian penerbangan helikopter perusahaan.
Bantuan udara ini tidak hanya menjangkau wilayah sekitar area operasi, tetapi juga mencakup Gayo, Blangkejeren (Gayo Lues), Bener Meriah, Nagan Raya, Tangse, hingga Lhokseumawe. Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, kelambu, buku tulis, peralatan pertukangan, perlengkapan evakuasi, serta kegiatan peninjauan lapangan bersama para pemangku kepentingan.
Pada 24 Desember 2025, GMR kembali melepas satu penerbangan helikopter untuk pengantaran perlengkapan rescue yang akan digunakan oleh tim penyelamat PT GMR bersama PT Darma Henwa, sebagai bagian dari grup perusahaan. Pelepasan penerbangan ini didampingi oleh perwakilan fungsi External Relations GMR, Suharyadi, serta disaksikan oleh Hasballah (Komisi III DPRA) dan Irwan, Kepala Bandara Gayo Lues.
“Sejak awal, misi helikopter ini kami jalankan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan, tanpa melihat batas wilayah administrasi. Dari Gayo hingga Blangkejeren, Bener Meriah, Nagan Raya, Tangse, sampai Lhokseumawe, fokus kami adalah keselamatan dan pemulihan warga,” ujar Dimas Muhammad Asmara, Head of People and Sustainability PT Gayo Mineral Resources, Rabu (24/12/2025).
Ia menambahkan bahwa dengan adanya konfirmasi pemerintah daerah terkait mulai tertanganinya kebutuhan logistik dasar, perusahaan memutuskan untuk mengakhiri fase tanggap darurat dan mengalihkan fokus ke tahap berikutnya.
“Kami memanfaatkan momentum ini untuk beralih ke fase rehabilitasi dan pemulihan jangka menengah. Ke depan, GMR akan menjalankan program-program lanjutan berbasis kolaborasi dan keberlanjutan, agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dengan dukungan yang tepat sasaran,” lanjutnya.
GMR menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan bencana ini merupakan inisiatif kemanusiaan murni, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat Aceh.
Meski baru beroperasi kurang dari dua tahun dan masih berada pada fase eksplorasi, GMR memilih untuk tidak tinggal diam, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan, kepatuhan, dan praktik berkelanjutan.

Perusahaan turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat, relawan, komunitas lokal, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja bahu-membahu dalam penanganan bencana.
GMR berkomitmen untuk terus mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana, selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arahan pemerintah.























































Leave a Review