LPG Langka di Aceh, Korwil AMAN Aceh Pertanyakan Kinerja Pertamina dan Pengawasan Pemerintah

Koordinator Wilayah (KorWil) AMAN Aceh, Syafyuzal Helmi/IST

Katacyber.com ǀ Banda Aceh – Di tengah kondisi daerah yang masih dilanda bencana, masyarakat Aceh justru dihadapkan pada persoalan baru berupa kelangkaan gas LPG. Situasi ini memicu keresahan luas, terutama bagi masyarakat kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada LPG untuk kebutuhan sehari-hari dan aktivitas ekonomi.

Koordinator Wilayah (KorWil) AMAN Aceh, Syafyuzal Helmi, mempertanyakan serius penyebab kelangkaan LPG yang terjadi saat kondisi darurat seperti sekarang. Menurutnya, kelangkaan ini tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga memperparah tekanan ekonomi di tengah situasi bencana.

“Kami mempertanyakan di mana letak masalahnya. Di saat rakyat sedang menghadapi dampak bencana, justru kebutuhan dasar seperti LPG menjadi langka. Ini jelas merugikan masyarakat luas dan UMKM, serta melemahkan ekonomi lokal,” tegas Syafyuzal Helmi, Sabtu (20/12/2025).

Syafyuzal menilai alasan keterbatasan distribusi tidak dapat diterima sepenuhnya. Pasalnya, jalur akses darat dari Sumatera Utara (Sumut) menuju Aceh saat ini sudah dapat dilalui. Selain itu, distribusi LPG juga masih memungkinkan melalui jalur laut, yang seharusnya bisa menjadi alternatif untuk menjamin ketersediaan pasokan.

“Jalur darat sudah terbuka, jalur laut juga tersedia. Artinya secara logistik, distribusi LPG seharusnya tidak menjadi persoalan besar. Jangan sampai ada kelalaian atau lemahnya koordinasi yang justru dibebankan kepada rakyat,” lanjutnya.

AMAN Aceh menilai kelangkaan LPG di tengah bencana mencerminkan lemahnya respons dan mitigasi pemerintah serta pihak terkait dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi pada situasi krisis. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya akan semakin luas, mulai dari naiknya harga LPG, terhentinya usaha kecil, hingga menurunnya daya beli masyarakat.

Untuk itu, AMAN Aceh mendesak pemerintah dan pihak distributor terkait agar segera mengambil langkah konkret dan transparan dalam menormalkan pasokan LPG di seluruh wilayah Aceh. Negara, menurut Syafyuzal, tidak boleh kalah cepat dari krisis dan tidak boleh membiarkan rakyat berjuang sendiri di tengah bencana.

“Dalam kondisi darurat, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan. Jangan sampai kelangkaan LPG menjadi simbol kegagalan negara melindungi rakyatnya,” tutup Syafyuzal Helmi.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi