Katacyber.com | Sabang – Wakil Ketua DPRK Sabang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Albina Arrahman menyampaikan bahwa dirinya bersama kader PKS lainnya kembali melaksanakan tradisi pemotongan gaji sebagai bentuk solidaritas terhadap warga terdampak banjir di sejumlah daerah di Aceh. Kebijakan tersebut telah menjadi tradisi internal PKS setiap kali terjadi bencana besar yang membutuhkan penangan cepat.
Lebih lanjut, Albina mengatakan, langkah tersebut lahir dari komitmen moral untuk ikut menolong masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Ia menilai bantuan langsung melalui donasi gaji menjadi cara tercepat dalam menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.
“Kami di PKS sudah biasa melakukan pemotongan gaji ketika ada bencana. Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Aceh yang sedang berjuang memulihkan diri,” ujar Albina, Jum’at (5/12/2025).
Menurutnya, banjir yang terjadi di sejumlah daerah telah menimbulkan dampak besar bagi banyak keluarga. Albina menyebut situasi tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para anggota legislatif.
“Kita ingin saudara-saudara kita tahu bahwa mereka tidak sendirian. Solidaritas dari banyak pihak tetap mengalir,” tambahnya.
Albina menambahkan, donasi hasil pemotongan gaji akan disalurkan melalui struktur PKS Sabang dan Aceh, lalu diteruskan ke posko-posko yang menangani kebutuhan makanan, pakaian, obat-obatan, serta logistik darurat lainnya. Ia berharap bantuan itu dapat memperkuat kerja relawan yang sudah turun sejak awal bencana.
Lebih lanjut, Albina menegaskan bahwa tradisi pemotongan gaji telah lama menjadi bagian dari budaya solidaritas di tubuh PKS. Para anggota dewan PKS, menurutnya, didorong untuk peka terhadap situasi kemanusiaan dan responsif menghadapi persoalan publik.
“Ini bukan hal baru. Kami hanya berupaya konsisten memegang nilai yang kami pegang, yakni membantu ketika masyarakat membutuhkan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kader PKS Sabang telah mempersiapkan diri untuk terlibat langsung dalam pengiriman bantuan tahap berikutnya, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Relawan PKS Sabang juga akan berkoordinasi dengan posko di daerah terdampak agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak,” katanya.
Albina berharap dukungan masyarakat dan berbagai pihak tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Menurutnya, warga terdampak banjir masih memerlukan pendampingan hingga tahap pemulihan.
“Kami ingin hadir tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam fase pemulihan. Aceh akan kuat jika kita saling membantu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan pemotongan gaji tersebut sejalan dengan arahan nasional PKS yang selama ini rutin diberlakukan setiap terjadi bencana besar. Kebijakan serupa, menurutnya, juga diterapkan oleh anggota legislatif PKS di berbagai daerah di Indonesia.
“Keseragaman kebijakan ini membuat proses penyaluran bantuan lebih terarah melalui struktur partai yang telah terbiasa menangani kegiatan kemanusiaan,” pungkasnya.
























































Leave a Review