Katacyber.com | Kalianda – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda, Lampung Selatan, melalui Bidang Pembinaan Anggota (PA), menggelar kegiatan tadabur alam dan doa bersama untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan ini diikuti puluhan kader dari berbagai komisariat se-sirkum Lampung Selatan serta jajaran pengurus cabang. Acara berlangsung pada Jumat–Sabtu di Way Tebing Cepa (WTC), tepat di bawah kaki Gunung Rajabasa, dengan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan. Sabtu, (29/11/2025)
Ketua Umum HMI Cabang Kalianda, Sandi Aprizal, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan kemajuan signifikan dalam pengembangan perkaderan HMI di Lampung Selatan. Menurutnya, konsep kegiatan yang memadukan akademik, spiritual, dan rekreasi alam ini merupakan inisiatif baru yang digagas oleh Kabid PA. Perpaduan tersebut diharapkan dapat melahirkan suasana perkaderan yang lebih segar, inklusif, dan bermakna.
“Ikuti rangkaian acara ini dengan khidmat. Serap ilmu dan makna dari setiap kegiatan, dan realisasikan di masing-masing komisariat. Ingat, kalimat akhir Himne HMI adalah ‘Bahagia HMI’. Maka ber-HMI haruslah membahagiakan. Jika ada kader yang tidak bahagia, berarti ada yang perlu dibenahi dalam ber-HMI,” ujar Sandi.
Sebelum memasuki rangkaian inti, kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk empati atas musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera. Doa tersebut ditujukan agar para korban diberikan ketabahan dan keselamatan serta agar daerah terdampak segera pulih. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa HMI memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesama.
“Doa adalah kekuatan. Melalui tadabur alam ini, kami mengajak seluruh kader merenungkan kebesaran Allah SWT sekaligus memohon agar para korban diberi ketabahan,” ujar Sandi.
Ketua Bidang Pembinaan Anggota, Iqbal Rasyidi, memandu jalannya kegiatan inti yang berfokus pada konsolidasi perkaderan. Ia menekankan bahwa PA merupakan “orang tua” bagi kader, sehingga harus menjadi ruang penyelesaian problematika internal HMI Cabang Kalianda. Pada kesempatan tersebut, Kabid PA menegaskan perlunya pembenahan administrasi dan SOP pengadaan Latihan Kader 1 (LK 1) di seluruh komisariat, mengingat masih minimnya kepatuhan administrasi di tingkat komisariat.
Setiap komisariat kemudian menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) terkait program kerja masing-masing serta menyampaikan aspirasi, saran, dan kritik kepada Pengurus Cabang. Proses ini menjadi bagian dari transparansi organisasi serta bentuk keseriusan cabang dalam memperbaiki pola perkaderan. Acara juga diramaikan dengan penampilan seni dari masing-masing komisariat sebagai ajang mempererat kekompakan dan kegembiraan dalam ber-HMI.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi bedah Pedoman Perkaderan untuk memperkuat pemahaman kader mengenai arah, mekanisme, dan standar perkaderan HMI. Melalui diskusi mendalam, peserta diajak menelaah ulang kompas perkaderan agar tetap sejalan dengan tujuan HMI dalam melahirkan insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMI Cabang Kalianda berharap terwujudnya kader yang lebih tangguh, terarah, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.























































Leave a Review