Katacyber.com | Banda Aceh – Warga Kota Banda Aceh mendesak Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Dinas Sosial setempat untuk segera menindaklanjuti maraknya praktik eksploitasi anak di bawah umur yang kini semakin memprihatinkan. Fenomena anak kecil mengemis, bahkan membawa bayi di pelukannya, kini kian mudah dijumpai di warung-warung kopi dan sejumlah titik keramaian di pusat kota. Kamis, (30/10/2025).
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sikap pemerintah yang seolah menutup mata terhadap persoalan tersebut.
“Hampir di setiap warung kopi sekarang ada anak kecil yang datang meminta-minta. Bahkan saya pernah melihat sendiri anak kecil membawa bayi untuk mengemis. Ini bukan sekadar kemiskinan, tapi bentuk eksploitasi yang nyata,” ujarnya kepada Katacyber.com.
Ia menilai Wali Kota Banda Aceh seharusnya tidak hanya sibuk mencari pelanggaran maksiat yang tidak tampak di permukaan, tetapi juga melihat kenyataan pahit yang jelas terlihat di lapangan.
“Persoalan eksploitasi anak ini jauh lebih mendesak untuk ditindaklanjuti. Jangan hanya fokus pada pelacuran yang tersembunyi, sementara di depan mata anak-anak kecil justru menjadi korban,” tambahnya.
Warga juga meminta Dinas Sosial Kota Banda Aceh dan lembaga terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Banda Aceh (DP3AP2KB) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk benar-benar turun ke lapangan, bukan hanya bekerja dari balik meja. Menurutnya, kondisi ini telah mencoreng citra Banda Aceh sebagai Kota Syariah yang seharusnya melindungi yang lemah, bukan membiarkan mereka terabaikan.























































Leave a Review