PMB NTT Desak Pengusutan Kematian Vian Ruma dan Kekerasan di Polres Manggarai, Tuntut Copot Kapolda NTT

Katacyber.com | Kupang – Perkumpulan Mahasiswa Basodara (PMB NTT) menyampaikan duka mendalam sekaligus kecaman keras atas dua peristiwa memilukan yang dinilai mencoreng wajah penegakan hukum di Nusa Tenggara Timur (NTT). Senin, (08/09/2025).

Pertama, kasus kematian misterius Vian Ruma, pemuda asal Kabupaten Nagekeo yang dikenal vokal memperjuangkan hak masyarakat atas ruang hidup. Ia ditemukan tewas dalam kondisi tidak wajar, terlilit tali di sebuah gubuk bambu dekat Pantai Sikusama.

Kedua, kasus penganiayaan berat terhadap Claudius Aprilianus Sot oleh oknum aparat di ruang SPKT Polres Manggarai. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius, wajah lebam, serta mengeluarkan darah dari hidung dan mulut. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Ruteng.

PMB NTT menilai kedua peristiwa ini memperlihatkan wajah buram institusi keamanan di NTT. Masyarakat tidak lagi merasa aman, bahkan dari aparat yang seharusnya menjadi pelindung rakyat.

Tuntutan PMB NTT:

1. Mendesak Mabes Polri untuk segera mencopot Kapolda NTT karena dinilai gagal menjamin keamanan masyarakat dan menegakkan hukum secara adil.

2. Mendorong investigasi independen dan terbuka terhadap kematian Vian Ruma yang dinilai sarat kejanggalan.

3. Mengecam keras penganiayaan terhadap Claudius Aprilianus Sot di SPKT Polres Manggarai, serta menuntut sanksi tegas kepada oknum aparat sesuai aturan hukum dan kode etik kepolisian.

4. Menyerukan penghentian segala bentuk intimidasi dan kekerasan oleh aparat terhadap warga sipil, khususnya mereka yang menyampaikan kritik atau keberatan terhadap kebijakan pemerintah.

PMB NTT menegaskan tindakan represif aparat adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat.

Ketua Umum PMB NTT, Vicky Langkola menegaskan, kasus ini bukan hanya soal korban, tetapi soal keadilan dan tanggung jawab negara.

“Ini bukan hanya tentang Vian atau Claudius. Ini tentang nyawa manusia, keadilan, dan tanggung jawab negara. Ketika aparat menjadi ancaman, maka hukum telah kehilangan rohnya. Kami tidak akan tinggal diam menyaksikan kekerasan dijadikan alat kontrol terhadap rakyat. NTT butuh kepolisian yang manusiawi, transparan, dan berpihak pada kebenaran,” tegas Vicky.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi