Tambang Rakyat Penopang Pendidikan, Warga Geumpang Tolak Penutupan

Katacyber.com | Banda Aceh – Warga Geumpang menegaskan bahwa tambang rakyat merupakan tumpuan pendidikan anak-anak mereka sekaligus penopang kesejahteraan keluarga. Mereka meminta Pemerintah Aceh menghadirkan solusi berupa pembinaan yang adil, bukan penggusuran yang mengancam masa depan generasi muda. Senin, (29/09/2025).

Menurut Nurul Hikmah, mahasiswa asal Kecamatan Geumpang, pendapatan tambang rakyat bukan sekadar untuk kebutuhan harian, melainkan investasi jangka panjang keluarga. Hasil tambang memungkinkan anak-anak melanjutkan pendidikan ke luar daerah, baik sebagai mahasiswa maupun santri. “Pendapatan tambang secara efektif mengurangi beban pendidikan dan memastikan generasi muda bisa meraih cita-cita mereka. Kebijakan penutupan hanya akan mengancam kemajuan yang sudah dicapai,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Aninda Putri, Demisioner Dewan Pengurus Harian IPMG. Ia mendesak Pemerintah Aceh untuk mencari solusi yang adil dengan memberikan pembinaan yang konstruktif, bukan menutup tambang rakyat. “Pemerintah harus menghentikan wacana penutupan dan fokus menghadirkan solusi yang tidak memberatkan sebelah pihak,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Geumpang, Yusri, menambahkan bahwa tambang rakyat tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga berkontribusi signifikan pada pembangunan fasilitas publik. Kontribusi tersebut mencakup pembiayaan pembangunan Masjid Syuhada Geumpang bernilai miliaran rupiah hingga asrama mahasiswa/rumah singgah di Banda Aceh. Semua pembangunan itu dilakukan secara swadaya tanpa bantuan pemerintah, yang membuktikan peran vital tambang rakyat bagi kemajuan infrastruktur dan kegiatan sosial di Geumpang.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi