Penulis Misbah
Seumanah Jaya, Ranto Pereulak, Aceh Timur. Industri sawit telah menjadi salah satu penyumbang ekonomi terbesar di Aceh, termasuk Aceh Timur, namun dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar tidak dapat diabaikan. Pertanyaan tentang keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan menjadi semakin penting.
Menurut data terbaru, ekspansi perkebunan sawit telah menyebabkan deforestasi dan degradasi lingkungan yang signifikan. Hal ini tidak hanya berdampak pada keanekaragaman hayati, tetapi juga mempengaruhi kualitas air dan tanah di sekitar perkebunan, selain itu sawit hanya bisa menyerap air tapi tidak untuk mengikat dan menyaring air.
Desa Seumanah Jaya sudah lama tidak merasakan air bersih, hal ini berawal sekitar tahun 1995 sampai pada puncak nya beberapa tahun terakhir. Walapun terdapat sungai tetapi air nya bewarna cokelat sehingga tidak layak untuk dimanfaatkan dalam bentuk lain, tutur Samini (salah satu orang tua di desa).
Kita tidak bisa hanya memikirkan tentang keuntungan ekonomi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Pembangunan berkelanjutan harus menjadi prioritas utama kita.
Pemerintah dan industri sawit perlu bekerja sama untuk mengembangkan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengimplementasikan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Dengan demikian lingkungan hidup yang layak akan didapatkan.
Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita berkelanjutan.
Budidaya Madu kelulut salah satu contohnya. Kelompok ini merupakan binaan dari yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh atau HAkA, yang di bantu Forum Konservasi Leuser atau FKL bersama Pusat Unggulan Produk Lestari (PUPL), untuk menjalankan program Livelihood ramah lingkungan. Kelompok ini menjadi sececah harapan masa depan desa di tengah himpitan perusahaan atau perkebunan sawit, dengan menciptakan ruang hijau baru melalui program tanaman pakan kelulut. Saat ini tanaman pakan terus di perbanyak serta hasil lain berupa buah-buahan dari tanaman tersebut juga bisa menjadi ekonomi tambahan bagi warga.
Dengan demikian, kita dapat mencapai keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan, serta memastikan bahwa industri sawit dapat terus berkembang tanpa mengorbankan lingkungan dan masyarakat sekitar.
#Livelihood#HAkA_sumatra#Forumkonservasileuser#kami_sahabat_leuser#economihijauberkelanjutan
























































Leave a Review