Katacyber.com | Tangerang Selatan – Solidaritas Jurnalis Independen (SIJI) Tangerang Raya menyatakan dukungan penuh terhadap rencana aksi “Solidaritas Jurnalis” yang akan digelar di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan. Gerakan ini merupakan respons atas dugaan intimidasi yang dialami jurnalis oleh oknum aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Kamis, (15/05/2025).
Aksi tersebut turut melibatkan sejumlah organisasi profesi wartawan, antara lain Forum Wartawan Tangerang (Forwat), Persatuan Wartawan Tangerang Selatan (Perwatas), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Koalisi ini menjadi kekuatan moral untuk menegakkan kemerdekaan pers serta menjamin perlindungan hukum bagi insan media di wilayah Tangerang Selatan.
Ketua Presidium SIJI, Diaz Soemarta, menegaskan bahwa profesi jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam menjalankan tugasnya, wartawan memegang amanah publik dan bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik.
“Segala bentuk intimidasi atau kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat ditoleransi dan harus diproses secara hukum. Meski kondisi kesehatan saya kurang baik, saya tetap akan hadir dalam aksi ini,” ujarnya kepada awak media.
Dalam aksi tersebut, terdapat tiga tuntutan utama yang akan disuarakan. Pertama, mendesak penegakan UU Pers secara menyeluruh. Kedua, menuntut proses hukum terhadap oknum Satpol PP yang diduga mengancam jurnalis. Ketiga, mendesak Wali Kota Tangerang Selatan untuk mencopot Kepala Satpol PP karena dinilai gagal melakukan pembinaan terhadap bawahannya.
SIJI menekankan bahwa proses hukum dan pembenahan struktural penting dilakukan agar intimidasi terhadap jurnalis tidak kembali terjadi. Tindakan semacam itu disebut bukan hanya mencederai profesi wartawan, namun juga memperlihatkan lemahnya perlindungan terhadap hak-hak sipil.
Lebih dari itu, SIJI juga menyatakan komitmennya untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap berbagai isu strategis dalam tata kelola pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Menurut mereka, Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus lebih terbuka dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
SIJI menilai, pembangunan tidak cukup diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan juga dari upaya memperkuat demokrasi, transparansi informasi, serta jaminan kebebasan berekspresi di daerah. Dunia pendidikan turut menjadi perhatian, sebagai elemen penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Melalui aksi ini, para jurnalis berharap akan terjadi perbaikan kebijakan sekaligus tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya peran media dalam sistem demokrasi lokal. Tangerang Selatan diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi kemerdekaan pers, menolak segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis, dan membuka ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.























































Leave a Review