Katacyber.com | Gayo Lues – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H tahun 2026, Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Gayo Lues Se-Indonesia (PMGI) menegaskan bahwa bantuan daging meugang bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues tidak boleh ditunda dan harus segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues diketahui telah menerima alokasi dana sebesar Rp 4,03 miliar dari Pemerintah Pusat untuk penyediaan daging meugang bagi warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional senilai Rp 72,75 miliar yang disalurkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada 19 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh melalui transfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Ketua Umum PMGI, Syahputra, menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah hak masyarakat terdampak, bukan sekadar program simbolik. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues diminta segera membentuk tim penyaluran resmi yang bekerja cepat, transparan, dan bertanggung jawab.
“Bantuan meugang adalah hak rakyat terdampak bencana. Pemerintah daerah harus bergerak cepat. Tidak boleh ditunda, tidak boleh salah sasaran,” tegas Syahputra. Sabtu (14/02/2026).
Ia menambahkan, tim penyalur wajib memastikan distribusi berjalan dengan prinsip keadilan sosial, dengan memprioritaskan korban banjir bandang dan tanah longsor di seluruh kampung terdampak. Bantuan harus menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta disalurkan sebelum momentum meugang, agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh rakyat.
PMGI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penyaluran bantuan hingga benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Menurutnya, negara harus hadir di tengah penderitaan rakyat, dan pemerintah daerah dituntut menunjukkan keberpihakan nyata kepada korban bencana.
“Keadilan bagi rakyat terdampak harus menjadi prioritas. Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi harapan masyarakat untuk bangkit kembali,” tutup Syahputra.




















































Leave a Review