Katacyber.com | Sumatera Utara – Musibah banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Data Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) per 1 Desember 2025 mencatat 217 orang meninggal dunia, 209 lainnya masih hilang, dan ribuan warga mengungsi akibat kerusakan permukiman dan infrastruktur yang cukup luas. Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling berat, disusul beberapa daerah lain seperti Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Langkat.
Di tengah proses penanganan darurat, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi terdampak di Tapanuli Tengah, Senin (1/12). Presiden Prabowo tiba di Bandara Silangit sebelum menuju GOR Pandan yang menjadi lokasi pengungsian dan pusat koordinasi bencana. Dalam kunjungannya, Prabowo didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, serta sejumlah pejabat terkait.

Presiden meninjau sejumlah titik pengungsian, berdialog dengan warga, dan memastikan kebutuhan mendesak warga terpenuhi. Pemerintah pusat telah mengirim berbagai bantuan darurat, mulai dari makanan siap saji, sembako, air bersih, selimut, perlengkapan bayi, tenda darurat, layanan medis, obat-obatan, hingga pompa air, perahu karet, alat komunikasi, dan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor. Pemulihan jaringan listrik, air bersih, serta pencarian warga hilang juga masih terus dilakukan.
Kehadiran Presiden Prabowo ini diapresiasi oleh Aliansi Mahasiswa Nusantara Sumatera Utara (AMAN Sumut). Koordinator Wilayah AMAN Sumut, Farhan Tamimi Mumtaza, menyampaikan bahwa langkah Presiden turun langsung ke lokasi bencana memberi pengaruh besar terhadap percepatan penanganan.
“Kami menyampaikan duka cita atas banyaknya korban jiwa dan warga yang masih hilang. Kehadiran Presiden Prabowo di Tapanuli Tengah memberikan dorongan moral bagi masyarakat dan memastikan bahwa penanganan di lapangan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan bahwa kehadiran Presiden di lokasi bencana menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap kondisi masyarakat terdampak. Ini membuktikan bawha Pemerintah Pusat tidak tutup mata pada rakyat yang mengalami kesusahan.
“Apa yang dilakukan beliau (Presiden Prabowo-red) menunjukkan bahwa negara hadir pada saat masyarakat menghadapi situasi darurat. Kami mengapresiasi langkah tersebut dan berharap penanganan ini berlanjut sampai tahap pemulihan,” katanya.
Meski begitu, AMAN SUMUT mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak boleh kehilangan fokus setelah tahap darurat selesai. Rehabilitasi rumah warga, perbaikan fasilitas umum, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga pendataan kerusakan harus dilakukan secara sistematis dan diawasi bersama.
“AMAN Sumut juga mengajak elemen pemuda dan mahasiswa untuk ikut terlibat dalam pengawasan proses pemulihan agar tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat terdampak,” tutupnya.
Aman Sumut juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu, saling tolong menolong dan saling menjaga keamanan serta ketertiban dalam situasi kondisi sulit ini.























































Leave a Review