Katacyber.com | Nagan Raya – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nagan Raya, Muhammad Agus Rifa’i, menyoroti sejumlah persoalan strategis di Kabupaten Nagan Raya yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat, khususnya terkait sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan pengelolaan sumber daya alam. (Kamis, 12/06/2025)
Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu daerah di Aceh yang kaya akan sumber daya alam, mulai dari sektor perkebunan, pertanian, hingga pertambangan. Hal ini menjadikan kabupaten tersebut sebagai wilayah yang dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti perusahaan batu bara, kelapa sawit, hingga penggilingan gabah berskala besar di wilayah pesisir barat selatan Aceh.
“Sudah lebih dari dua dekade sejak Nagan Raya dimekarkan dari Kabupaten Aceh Barat pada 2 Juli 2002, dan dari segi pembangunan memang tampak lebih cepat dibanding kabupaten pemekaran lainnya. Namun, kita masih melihat angka pengangguran yang tinggi,” ujar Agus Rifa’i.
Menurutnya, tingginya angka pengangguran tersebut menimbulkan pertanyaan besar, mengingat banyaknya perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut. “Apakah pemuda Nagan Raya tidak memiliki kapasitas yang dibutuhkan? Atau justru perusahaan-perusahaan tersebut tidak memberi ruang yang cukup kepada putra daerah?” tambahnya.
Lebih lanjut, HMI Cabang Nagan Raya juga menyoroti persoalan pertambangan ilegal yang semakin marak terjadi dan merusak lingkungan. Agus menilai, aktivitas tambang ilegal sangat merugikan daerah dan membutuhkan langkah tegas dari pemerintah kabupaten.
“Jika dibiarkan, kerugiannya akan semakin besar. Pemerintah daerah harus hadir dengan kebijakan yang adil dan bijaksana, termasuk memfasilitasi masyarakat untuk mengurus izin pertambangan rakyat,” tegasnya.
Di sektor pendidikan, Agus menjelaskan bahwa mayoritas warga Nagan Raya hanya mampu menempuh pendidikan hingga tingkat SMA. Banyak generasi muda yang terpaksa mengubur mimpi melanjutkan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi dan jarak tempuh.
“HMI Cabang Nagan Raya melalui kunjungan langsung ke berbagai kecamatan menemukan fakta bahwa masih ada masyarakat yang hanya tamat SD. Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah agar segera menghadirkan perguruan tinggi di Nagan Raya, khususnya jurusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah seperti pertanian dan pertambangan,” tuturnya.
Agus menegaskan, HMI Cabang Nagan Raya akan terus mengawal dan menyuarakan persoalan-persoalan ini kepada pemerintah daerah agar segera ditindaklanjuti.























































Leave a Review