Katacyber.com | Pulo Aceh – Forum Mahasiswa Daerah (Formad) menggelar Youth Education Roadshow 2026 di kawasan kepulauan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pada 7–8 September 2026. Kegiatan tersebut menyasar pelajar di enam sekolah melalui sosialisasi pendidikan, berbagi pengalaman perkuliahan, motivasi, serta penyaluran 357 paket perlengkapan sekolah (school kit), Rabu (09/09/2026).
Sebanyak 357 paket school kit disalurkan kepada siswa SMA Negeri 2 Pulo Aceh, SMP Negeri 2 Pulo Aceh, SMP Negeri 3 Pulo Aceh, SD Negeri Rinon, SD Negeri Meulingge, dan SD Negeri Lampuyang.
Ketua Panitia Youth Education Roadshow 2026, Azkia Alghifari, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa sekaligus memperluas akses informasi mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan, khususnya bagi pelajar di wilayah kepulauan.
“Program ini kami rancang untuk mendukung kebutuhan belajar siswa sekaligus membuka akses informasi pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi pelajar di wilayah kepulauan,” ujar Azkia.
Dalam kegiatan tersebut, Formad menghadirkan lima pemateri, yakni Muhammad Yunizar, Syaira Sayyida, Wanti Nur Jadidah, Putri Rizkia, dan Irhamni.
Para pemateri membawa latar belakang dan pengalaman pendidikan dari berbagai wilayah, mulai dari Norwegia, Singapura, Malaysia, Libya, Jakarta hingga Aceh. Pengalaman tersebut dibagikan kepada para pelajar sebagai gambaran mengenai beragam pilihan pendidikan dan peluang yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta, persiapan melanjutkan pendidikan, peluang beasiswa hingga kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri atau study abroad.
Selain menyampaikan materi, para pemateri juga berbagi pengalaman selama menjalani pendidikan di lingkungan yang berbeda. Proses mencari informasi, mempersiapkan diri, memilih perguruan tinggi hingga memperoleh peluang beasiswa menjadi bagian dari diskusi bersama para pelajar.
Kehadiran pemateri dengan pengalaman pendidikan di luar daerah dan luar negeri diharapkan dapat membuka wawasan siswa Pulo Aceh bahwa pilihan pendidikan setelah lulus sekolah cukup luas. Para pelajar juga didorong untuk mempersiapkan diri sejak dini dan berani memiliki cita-cita melanjutkan studi ke berbagai daerah maupun negara.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat setempat. Mufti, salah seorang guru di SMA Negeri 2 Pulo Aceh, mengapresiasi kehadiran Formad yang dinilainya memberikan motivasi sekaligus wawasan baru kepada peserta didik.
Menurutnya, interaksi langsung antara mahasiswa dan pelajar dapat membantu siswa mengenal lebih banyak pilihan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah.
“Kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan. Selain menyasar siswa, penting juga untuk memberikan pemahaman bagi orang tua dan wali murid agar mereka turut mendukung kelanjutan studi dan pendidikan anak-anaknya,” ungkap Mufti.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan masyarakat sehingga informasi mengenai pendidikan tinggi dan beasiswa dapat menjangkau pelajar di wilayah kepulauan.
Di samping kegiatan edukasi, Formad turut menyoroti kondisi infrastruktur yang berkaitan dengan akses pendidikan di Pulo Aceh.
Ketua Formad, Hafiz Maruf Akbar, mengatakan pemerataan pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan jaringan internet yang belum merata di wilayah Pulo Aceh.
Menurut Hafiz, internet saat ini memiliki peran penting bagi pelajar untuk memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi, beasiswa, materi pembelajaran hingga berbagai kesempatan pengembangan diri.
“Masyarakat harus bisa menikmati akses pendidikan yang lebih luas. Hal ini sangat bergantung pada infrastruktur penunjang, misalnya jaringan internet yang saat ini belum tersedia secara merata di daerah Pulo Aceh,” tegas Hafiz.
Ia mendorong pemerintah, lembaga swasta, institusi pendidikan, organisasi masyarakat serta berbagai pihak lainnya untuk memberikan perhatian terhadap persoalan infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan.
Menurutnya, keterbatasan akses internet dan fasilitas penunjang pendidikan dapat memengaruhi kemampuan pelajar dalam memperoleh informasi serta mengikuti perkembangan pendidikan di luar daerah.
Penyaluran 357 paket school kit menjadi salah satu rangkaian utama Youth Education Roadshow 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada siswa di enam sekolah sebagai dukungan terhadap kebutuhan perlengkapan belajar.
Bagi Formad, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pelajar di wilayah kepulauan. Program itu diharapkan dapat membantu siswa dalam menjalani aktivitas belajar sekaligus memperkuat semangat mereka untuk melanjutkan pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut mempertemukan mahasiswa dengan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Selain mendapatkan perlengkapan sekolah, para siswa juga memperoleh kesempatan berdiskusi langsung mengenai perguruan tinggi, beasiswa dan pengalaman pendidikan dari para pemateri.
Ketua Formad, Hafiz Maruf Akbar, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Youth Education Roadshow 2026.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para donatur dari dalam maupun luar negeri yang telah berkontribusi dalam mendukung program pendidikan Formad, termasuk penyediaan paket perlengkapan sekolah bagi para pelajar di Pulo Aceh.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah berpartisipasi dan mendukung program-program pendidikan yang digagas oleh Formad,” kata Hafiz.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus terjalin sehingga program pendidikan dan pengabdian Formad dapat menjangkau lebih banyak pelajar, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Melalui Youth Education Roadshow 2026, Formad berupaya mempertemukan pelajar Pulo Aceh dengan informasi dan pengalaman pendidikan yang lebih luas. Kehadiran mahasiswa yang memiliki pengalaman pendidikan di Norwegia, Singapura, Malaysia, Libya, Jakarta dan Aceh menjadi bagian dari upaya membuka wawasan siswa mengenai berbagai pilihan pendidikan.
Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Formad untuk melihat secara langsung kebutuhan pendidikan di wilayah kepulauan serta menyampaikan pentingnya dukungan terhadap infrastruktur yang menunjang akses belajar masyarakat.
























































Leave a Review