Katacyber.com, BANDA ACEH – Ketua Umum Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh (AMMPA) Aceh, Zulfata M.Ag, dalam sesi wawancara dengan media menyampaikan bahwa kerusuhan yang terjadi pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak.
Menurut Zulfata, selama lebih dari 20 tahun masa perdamaian Aceh, masyarakat telah menikmati situasi yang relatif aman dan stabil tanpa adanya kerusuhan besar seperti yang terjadi pada momentum peringatan damai kali ini.
Ia menilai, peristiwa tersebut merupakan bentuk luapan keresahan dan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kondisi Aceh, baik terhadap pemerintahan sebelumnya maupun pemerintahan saat ini. Menurutnya, masyarakat memiliki harapan besar setelah perdamaian Aceh, terutama dengan adanya dukungan anggaran pembangunan yang besar selama lebih dari dua dekade.
“Kerusuhan yang terjadi pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 harus dilihat sebagai pesan bahwa masih ada persoalan yang belum selesai. Masyarakat ingin melihat hasil nyata dari perdamaian, terutama dalam bidang kesejahteraan, ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, dan pemerataan pembangunan,” ujar Zulfata.
Ia mengatakan, perdamaian bukan hanya tentang berhentinya konflik bersenjata, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan rakyat Aceh.
Zulfata juga menyinggung kondisi pascabencana banjir yang melanda Aceh. Menurutnya, persoalan masyarakat terdampak banjir yang belum sepenuhnya terselesaikan semakin memperbesar rasa kecewa masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam memberikan pelayanan dan solusi cepat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan mengedepankan kepentingan rakyat. Ia menyebut munculnya kritik di masyarakat terkait dugaan kebijakan yang dianggap lebih mengutamakan keluarga atau kelompok tertentu harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.
Zulfata menegaskan, kondisi tersebut sejalan dengan pesan yang pernah disampaikan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK), bahwa keberhasilan perdamaian harus diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan kesejahteraan dan kemajuan.
“Perdamaian Aceh harus mampu membawa kemakmuran bagi rakyat. Jika masyarakat masih merasa tertinggal setelah 21 tahun damai, maka ini menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pemimpin Aceh,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Damai Aceh ke-21 menjadi titik refleksi agar pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama memperbaiki tata kelola, memperkuat ekonomi rakyat, serta memastikan pembangunan Aceh benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
























































Leave a Review