Oleh Zulfata (Ketua Umum DPP Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh)
Final piala dunia 2026 telah berakhir, laga antara Spanyol Vs Argentina menarik perhatian masyarakat global. Spanyol tampil perfect melawan argentina, nyaris Argentina tak berkutik, tak mampu mengimbangi taktik permainan tim Spanyol, bahkan pemain bintang seperti Messi pun tak kuasa menahan tangis saat dikalahkan oleh Spanyol.
Di balik mata publik dunia memandang piala dunia dengan power pemengaruh oleh kuasa negara teluk, sebagai rakyat Indonesia tak boleh menyerah untuk terus melirik dunia sepakbola tanah air, sebab sepakbola adalah dunia tanpa ada kata menyerah selama bola masih menggelinding di lapangan.
Hadirnya Akademi Sepakbola Spanyol Internasional Perjuangan Aceh (ASSIPA)-Spain International Sport (SIS) adalah sebuah momentum bagi Indonesia untuk terus membibit atlet sepakbola di tanah air secara profesional dan telaten. Apatisme dan tingginya politik titipan yang membangi dunia sepakbola di Indonesia mesti dibuang dan menarik garis serius fokus membina atlet muda. Misalnya mulai dari usia 7 tahun hingga 17 tahun.

Upaya menuju pembenahan dan membuka ruang profesionalisme sepak bola Indonesia tersebut dapat mengandalkan Akademi Sepakbola Spanyol yang bernama ASSIPA-SIS, perdana hadir di Aceh, akdemi yang dibina langsung oleh SIS tersebut dan kemudian menyebar di berbagai provinsi se-tanah air.
Jauh sebelum juara piala dunia diraih oleh Spanyol, ASSIPA-SIS telah menjalankan program latihan perdananya di Aceh, tepatnya di Stadion Harapan Bangsa-Banda Aceh, dengan langsung dihadiri oleh dua petinggi konsultan sepakbola asal Spanyol. Saya memanggil dua petinggi konsultan sepakbola spanyol (SIS) tersebut dengan sebutan Gonzales dan Voktor. Bagai saya, dua sosok ini adalah sosok kompeten dalam membina pelatih dan atlet yang bergabung dengan ASSIPA SIS.
Pertemuan saya dengan dua petinggi konsultan sepakbola Spanyol tersebut sungguh memukau bahwa Spanyol identik dengan kemampuan mengkreasikan strategi dan taktik dalam bermain sepakbola. Semenjak pertemuan saya dengan Gonzales dan Viktor sebelum Spanyol menjadi juara piala dunia 2026 inilah mempengaruhi diri saya semakin mengangumi komitmen Spanyol dalam mengembangkan konsep taktik bagi atlet muda untuk menjadi juara, baik secara mental maupun kemampuan fisik saat bermain bola.
Saat ini, ASSIPA-SIS telah gencar menggelar open pendaftaran di segala penjuru tanah air. Semua ini adalah kesempatan untuk kembali melihat dan berkaca dari perjalanan karir sepakbola Spanyol bagi atlet muda di tanah air.
Tidak keliru rasnya jika mengatakan hadirnya ASSIPA-SIS adalah solusi nyata untuk menciptakan atlit muda tanah air agar dapat menjadi bintang layaknya pemain sepakbola asal Spanyol. Hal ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, karena akademi ini (ASSIPA-SIS) langsung dimonitor dan terhubung langsung dengan 114 negara di dunia melalui jejaringan yang bergabung dengn SIS.
Akhirnya, diakui atau tidak, negara, daerah bahkan orang tua yang ingin fokus melatih kemampuan sepakbola layaknya para bintang sepakbola Spanyol, maka ASSIPA-SIS adalah akademi yang tepat untuk dilirik. Tunggu apa lagi, silakan temukan informasi peluang jadi bintang sepakbola dalam akademi sepakbola Spanyol! Pusat pendaftarannya dapat hadir langsung ke Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI).
























































Leave a Review