Dari Exposé Audit Hingga Testimoni Warga atas Layanan Akhir Pekan

Kantah Banda Aceh Membuktikan Bahwa Tata Kelola yang Baik dan Pelayanan yang Berpihak Pada Rakyat Bukan Sekadar Slogan — Melainkan Kerja Nyata yang Dijalankan Setiap Harinya.


Katacyber.com, Banda Aceh – Pekan terakhir April hingga awal Mei 2026 menjadi pekan yang padat dan bermakna bagi Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh. Dalam rentang 28 April hingga 4 Mei 2026, kantor yang berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menjalankan lima agenda strategis sekaligus: mengikuti exposé hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal, memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, melaksanakan fumigasi anti rayap di gedung arsip, menggencarkan kampanye sertipikat elektronik dan inovasi layanan, serta merekam testimoni nyata kepuasan masyarakat atas layanan akhir pekan.

Rentetan kegiatan ini bukan kebetulan semata. Kelimanya mencerminkan wajah sebuah institusi yang tengah bergerak secara sistematis — dari dalam ke luar, dari evaluasi diri hingga pengakuan publik — dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang makin profesional, transparan, dan terpercaya.

1. Exposé Audit Itjen: Evaluasi sebagai Energi Perbaikan

Pada Kamis, 30 April 2026, perwakilan Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN hadir di Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh untuk melaksanakan exposé hasil audit. Kegiatan yang dipimpin oleh Dian Puspitasari, S.Si., M.H., CRMP., QGIA., CFrA., QRMP. ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh Irvandi Satria, S.SiT., QRMP., para Kepala Seksi, dan seluruh pegawai terkait.

Exposé audit bukan sekadar formalitas pengawasan. Forum ini menjadi ruang dialog konstruktif antara auditor dan pihak yang diperiksa untuk membangun pemahaman bersama atas temuan dan rekomendasi, sebelum laporan resmi diterbitkan. Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh menjadikan setiap masukan dari Inspektorat Jenderal sebagai landasan nyata penguatan kepatuhan administrasi dan integritas aparatur.

2. May Day & Hardiknas: Dua Momentum, Satu Semangat

Dua hari berikutnya, 1 dan 2 Mei 2026, membawa dua peringatan nasional yang saling melengkapi. Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei mengingatkan bahwa kerja adalah martabat — dan bahwa kepastian hak atas tanah merupakan bagian tak terpisahkan dari perlindungan kesejahteraan setiap pekerja dan keluarganya.

Sehari kemudian, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa, dan sebagai institusi pelayanan publik, komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berilmu dan berakhlak terus menjadi bagian dari budaya kerja internal.

3. Fumigasi Arsip: Melindungi Hak Rakyat yang Tersimpan dalam Dokumen

Masih dalam pekan yang sama, Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh melaksanakan fumigasi anti rayap di Gedung Arsip. Langkah preventif ini dilakukan untuk melindungi dokumen-dokumen pertanahan — mulai dari warkah, buku tanah, hingga dokumen hak lainnya — dari ancaman kerusakan akibat serangan rayap.

Arsip pertanahan adalah aset negara yang memiliki nilai hukum dan historis yang tinggi. Kerusakan pada satu dokumen dapat berdampak langsung pada kepastian hak seseorang atas tanahnya. Dengan menjaga arsip tetap terawat dan aman, Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh memastikan bahwa dokumen-dokumen tersebut dapat terus dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

4. Sertipikat Elektronik, PELATARAN & WFH: Tiga Pilar Layanan Adaptif

Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh juga menggencarkan kampanye tiga inovasi layanan sekaligus. Pertama, kampanye sertipikat elektronik yang mengajak masyarakat beralih dari dokumen fisik ke format digital yang lebih aman, tidak dapat dipalsukan, dan dapat diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku kapan saja.

Kedua, program PELATARAN (Pelayanan Pertanahan di Luar Kantor) yang beroperasi setiap akhir pekan, memberikan kesempatan kepada masyarakat yang aktif bekerja di hari-hari reguler untuk mengurus keperluan pertanahan tanpa harus mengambil cuti. Ketiga, penerapan mekanisme Work from Home (WFH) yang dilaksanakan secara terstruktur untuk memastikan seluruh proses pelayanan tetap berjalan optimal meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah.

5. Suara Masyarakat: PELATARAN Ubah Cara Pandang Layanan Pemerintah

Puncak dari sepekan yang produktif ini adalah rekaman langsung suara masyarakat yang telah merasakan manfaat program PELATARAN. Seorang pedagang mengaku bisa mengurus sertipikat tanpa mengorbankan penghasilan hariannya. Seorang ibu rumah tangga lega karena bisa datang pagi hari Sabtu tanpa perlu mengatur jadual khusus. Seorang pegawai swasta yang selama dua tahun menunda pengurusan balik nama akhirnya menuntaskan urusannya dalam satu kunjungan.

“Kepuasan masyarakat adalah ukuran keberhasilan kami yang sesungguhnya. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan terus hadir,” ujar Kepala Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh, Irvandi Satria, S.SiT., QRMP., menyikapi respons positif tersebut.

Lima kegiatan dalam satu pekan ini menegaskan bahwa Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh tidak berjalan di tempat. Setiap agenda — baik yang berorientasi ke dalam lewat evaluasi dan pemeliharaan, maupun yang berorientasi ke luar lewat inovasi layanan dan keterlibatan masyarakat — adalah bagian dari satu visi yang sama: menghadirkan institusi pertanahan yang kuat, bersih, dan sungguh-sungguh melayani rakyat.

#Humas Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi