Katacyber.com | Sabang – Kapal pesiar internasional Azamara Onward kembali bersandar di Pelabuhan Sabang, Sabtu (11/4/2026), membawa ratusan wisatawan mancanegara yang dalam waktu singkat menjelajahi sejumlah destinasi unggulan di Pulau Weh.
Kapal berbendera Marshall Islands itu tiba sekitar pukul 07.00 WIB setelah berlayar dari Kuala Lumpur–Port Klang, Malaysia, dan melanjutkan pelayaran menuju Hambantota, Sri Lanka pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama.
Berdasarkan data manifes, kapal sepanjang 167,55 meter tersebut mengangkut 621 penumpang dan 387 awak kapal. Azamara Onward dinakhodai oleh Capt. Gianmario Sanguineti.
Kehadiran ratusan wisatawan dalam waktu terbatas langsung menggerakkan sektor pariwisata Sabang. Sejumlah destinasi seperti Tugu Nol Kilometer, Gua Sarang, Pantai Iboih, hingga Museum Sabang dipadati pengunjung.
Selain menikmati panorama alam, para wisatawan juga memburu produk lokal di pusat kerajinan dan UMKM. Suvenir khas hingga kuliner tradisional menjadi daya tarik tersendiri, memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha.
Untuk menunjang mobilitas, layanan transportasi seperti kendaraan sewaan hingga becak wisata dioptimalkan. Agen perjalanan juga menyediakan paket tur singkat guna memastikan wisatawan dapat mengunjungi beberapa lokasi dalam waktu yang terbatas.
Kepala Unit Manajemen Pelabuhan (UMP) BPKS, Zulkarnaini Abdullah, menilai kunjungan kapal pesiar ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap Sabang sebagai destinasi wisata.
“Singgahnya kapal pesiar seperti ini menunjukkan Sabang semakin diperhitungkan sebagai destinasi. Ini bukan hanya soal kunjungan, tapi juga peluang ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arrahman, menilai kunjungan kapal pesiar harus dimanfaatkan secara maksimal dengan memperkuat kesiapan daerah, terutama dari sisi infrastruktur dan pengelolaan destinasi.
Menurutnya, lonjakan wisatawan dalam waktu singkat menjadi indikator bahwa Sabang memiliki daya tarik kuat, namun juga menuntut kesiapan layanan yang lebih optimal.
“Kunjungan seperti ini harus disambut dengan kesiapan yang matang, baik dari sisi fasilitas, kebersihan, maupun pelayanan. Ini peluang besar, tapi juga tantangan bagi kita,” kata Albina.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor UMKM dan keterlibatan masyarakat lokal agar dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan bisa lebih merata.
“Jangan sampai hanya jadi persinggahan singkat tanpa dampak jangka panjang. Perlu strategi agar wisatawan tertarik kembali atau bahkan tinggal lebih lama di Sabang,” ujarnya.
Albina menambahkan, DPRK akan terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas destinasi serta memperkuat promosi wisata agar kunjungan kapal pesiar dapat berkelanjutan.
Singgahnya Azamara Onward tidak hanya menjadi rutinitas kunjungan, tetapi juga momentum untuk menguji kesiapan Sabang dalam mengelola arus wisatawan internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di kawasan barat Indonesia.
























































Leave a Review