Katacyber.com | Banda Aceh – Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Aceh Tengah (IPMAT) Banda Aceh, Sabarudin, mengecam pernyataan Ketua Komisi IV DPR Aceh, Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, yang menuding IPMAT sebagai dalang di balik gerakan Aliansi Mahasiswa Pengamat Isu Publik (AMPIP) yang direncanakan berlangsung pada 3 November 2025 di Kantor DPRA. Selasa, (04/11/2025).
Sabarudin menilai bahwa tuduhan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang pejabat publik. Menurutnya, Drh. Nurdiansyah seharusnya bersikap lebih dewasa dalam menyikapi gerakan mahasiswa, bukan justru memprovokasi atau menuduh sembarangan pihak, terlebih IPMAT Banda Aceh.
“Saya berpesan kepada abangda kami Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. selaku Ketua Komisi IV DPR Aceh dari Fraksi Demokrat agar lebih bijak dan dewasa menghadapi gerakan mahasiswa, bukan sebaliknya menuduh kami IPMAT Banda Aceh sebagai dalang dari gerakan tersebut. Ini sangat tidak etis. Beliau sebagai politisi seharusnya lebih paham aturan main, jangan sembarang menuduh,” ujar Sabarudin, Ketua IPMAT Banda Aceh.
Lebih lanjut, Sabarudin meminta Drh. Nurdiansyah Alasta untuk memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas tuduhan yang telah merugikan nama baik IPMAT Banda Aceh. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut telah mencederai semangat intelektual dan perjuangan mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi publik.
“Kita mengingatkan, beliau harus mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan tuduhannya. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka saya akan maju paling depan untuk membersamai gerakan tersebut,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Sabarudin berharap agar semua pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi gerakan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan agent of change dan agent of control yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial terhadap bangsa.























































Leave a Review