Katacyber.com | Blangpidie – Sejumlah pengurus Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan kunjungan ke Pendopo Bupati Aceh Abdya, Selasa (07/08/2025).
Kunjungan tersebut langsung disambut Bupati Abdya Dr. Safaruddin dalam agenda silaturahmi dan diskusi terkait masa depan tambang rakyat di Abdya secara adil, legal dan berkelanjutan.
Ketua APRI Abdya, Syahril, didampingi Sekretaris Irmansyah Marzuki, Bendahara Idris Adami dan sejumlah pengurus lainnya datang membawa harapan besar.
Di hadapan Bupati, Syahril memaparkan rencana pihaknya untuk mengusulkan 47 titik di 47 desa sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati hasil bumi di tanah sendiri, secara legal dan berkelanjutan. Dengan WPR, penambang kecil bisa bekerja dengan tenang tanpa harus khawatir dianggap melanggar hukum,” ujar Syahril.
Sementara itu, Bupati Safaruddin mendengarkan dengan seksama. Sesekali ia mengangguk, matanya menunjukkan ketertarikan sekaligus kehati-hatian. Saat berbicara, suaranya tegas namun bersahabat.
“Saya menyambut baik niat ini. Tapi ingat, tambang rakyat harus berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan kerusakan,” ujar Safaruddin.
Bupati tersebut menegaskan, pemerintah daerah siap menggandeng APRI Abdya sebagai mitra dalam proses pengusulan WPR kepada Pemerintah Aceh dan Kementerian ESDM. Namun ada satu syarat utama, yaitu semua aktivitas tambang rakyat harus menjaga lingkungan dan tertib administrasi.
“Kalau kita mau legal, kita juga harus siap mengikuti aturan. Jangan sampai WPR dijadikan alasan untuk merusak alam atau menimbulkan konflik baru,” katanya.
Selanjutnya, Bupati juga menaruh perhatian besar pada keselamatan kerja. Ia meminta agar setiap penambang rakyat dilengkapi alat pelindung diri (K3) agar terhindar dari risiko kecelakaan di lapangan.
“Keselamatan pekerja itu harga mati. Mereka bukan hanya penambang, tapi tulang punggung keluarga,” tambahnya.
Pertemuan tersebut berakhir dengan kesepakatan yaitu pemerintah dan APRI Abdya akan membentuk tim kecil untuk memetakan potensi tambang rakyat secara teknis dan administratif, sebelum diajukan resmi sebagai WPR.
“Ini langkah awal menuju tambang rakyat yang benar-benar untuk rakyat,” ujar Safaruddin.
Menanggali pernyataan bupati, Ketua APRI, Syahril langsung menyatakan siap dengan penuh komitmen.
“Kami siap bekerja sama. Yang penting masyarakat kecil punya ruang untuk hidup dan bekerja secara layak,” tutup Syahril.





















































Leave a Review