Tiga Jembatan Rangka Baja Akan Dibangun di Wilayah Pelosok Aceh Barat, Anggaran Capai Rp115 Miliar

Katacyber.com | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan segera membangun tiga jembatan rangka baja di wilayah pelosok Aceh Barat. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah terpencil serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, dalam keterangannya kepada media Katacyer pada Sabtu, (9/9/2025), di Meulaboh. Ia menyebutkan bahwa ketiga jembatan tersebut akan dibangun di tiga kecamatan berbeda, yaitu:

1. Jembatan penghubung Kuala Bhee – Bakat di Kecamatan Woyla,

2. Jembatan Keuramat – Babah Krueng Teklep di Kecamatan Panton Reu,

3. Jembatan rangka baja Pasie Jeumpa di Kecamatan Kaway XVI.

“Alhamdulillah, ada tiga jembatan di tiga kecamatan penghubung wilayah pelosok yang akan ditingkatkan menjadi jembatan rangka baja. Pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PU,” ungkap Dr. Kurdi kepada Katacyber di Meulaboh, Selasa (9/9/2025).

Dr. Kurdi menambahkan, pembangunan ketiga jembatan tersebut akan menelan anggaran sebesar Rp115.443.060.000. Anggaran ini seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai bentuk komitmen dalam pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal dan pelosok.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang dilayangkan oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, kepada Kementerian PU pada 18 Maret 2025. Surat dengan nomor 600.1.10/452 itu berisi permohonan percepatan pembangunan infrastruktur jembatan di tiga titik lokasi strategis yang dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di wilayah pedalaman Aceh Barat.

Dalam surat tersebut, Bupati Tarmizi menekankan pentingnya pembangunan jembatan rangka baja sebagai pengganti jembatan lama yang kondisinya sudah tidak layak dan membahayakan pengguna jalan, terutama di musim hujan saat arus sungai meningkat.

Lebih lanjut, Dr. Kurdi menjelaskan bahwa Kementerian PU merespon surat tersebut dengan cukup cepat. Melalui Balai Jalan Nasional, kementerian telah mengirim tim untuk melakukan survei lapangan pada tanggal 9 Juni 2025 lalu. Hasil survei tersebut menjadi dasar utama bagi Kementerian PU dalam merancang desain dan pelaksanaan pembangunan jembatan.

“Untuk tiga jembatan ini, survei sudah dilakukan pada 9 Juni kemarin. Namun, kapan pembangunan dimulai, kita masih menunggu jadwal dari pemerintah pusat. Semoga di tahun 2026 sudah bisa terealisasi. Yang pasti, surat dari bupati sudah direspon dan proses perencanaan sedang berjalan,” ujar Dr. Kurdi.

Sebagai informasi tambahan, pembangunan tiga jembatan ini tidak hanya penting dari sisi infrastruktur, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terutama terhadap kemajuan ekonomi daerah.

Pemerintah melalui Dinas PUPR Aceh Barat menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan ini agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Dr. Kurdi menyebutkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan, termasuk dalam hal pengawasan kualitas konstruksi agar jembatan yang dibangun benar-benar aman, kuat, dan berusia panjang.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal juga akan didorong dalam berbagai tahapan, guna menciptakan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.

Di sisi lain, pembangunan jembatan ini juga akan membuka potensi pengembangan kawasan baru, termasuk pengembangan sektor pariwisata di wilayah Aceh Barat yang selama ini masih tersembunyi karena keterbatasan akses.

Dengan konektivitas yang lebih baik, destinasi wisata alam maupun budaya di pedalaman bisa lebih mudah dijangkau oleh wisatawan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (*)

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi