Suara Pemuda Pulau Banyak Barat Menggema: Tuntutan Pembangunan Diserahkan ke Wakil Bupati Aceh Singkil

Suara Pemuda Pulau Banyak Barat Tuntut Pembangunan Diserahkan ke Wakil Bupati Aceh Singkil (Doc/Ist)

Katacyber.com | Aceh Singkil – Di tengah keterpencilan wilayah kepulauan, semangat pemuda Pulau Banyak Barat untuk memperjuangkan kema

juan daerah mereka kembali menggema. Kamis (28/8), sekelompok pemuda dari kecamatan terluar di Kabupaten Aceh Singkil itu bertemu langsung dengan Wakil Bupati Hamzah Sulaiman dalam sebuah pertemuan hangat namun sarat makna.

Pulau Banyak Barat, yang terdiri dari Desa Haloban, Asantola, Ujung Sialit, dan Suka Makmur, hingga kini masih menyandang status sebagai daerah 3T — terdepan, terluar, dan tertinggal. Akses menuju wilayah ini membutuhkan waktu tempuh hingga enam jam dari pusat kabupaten, menjadikan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur kerap tertinggal.

Namun, kondisi geografis tersebut tidak mematahkan semangat pemuda. Dalam pertemuan itu, mereka datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi membawa dokumen resmi berisi aspirasi masyarakat yang dirumuskan secara kolektif.

Aspirasi tersebut mencakup kebutuhan paling mendesak dan mendasar yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh pembangunan diantaranya;

• Pembangunan pelabuhan feri di Desa Haloban guna meningkatkan akses transportasi laut yang aman dan layak.
• Pembangunan jembatan penghubung di Desa Asantola yang sangat dibutuhkan anak-anak untuk menuju sekolah.
• Perbaikan fasilitas pendidikan di SD Haloban dan SMP Negeri 1 Pulau Banyak Barat.
• Pengaktifan layanan rawat inap serta pelayanan kesehatan dasar 24 jam di Puskesmas setempat.
• Penegakan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) yang kerap meninggalkan tugas dalam waktu lama.
• Reaktivasi Kantor Urusan Agama (KUA), Polsek, dan Koramil untuk memperkuat pelayanan publik serta keamanan.

Perwakilan pemuda, Alfi Rizaldi dari Haloban dan Mufdar Aceh dari Asantola, kepada Katacyber, Jum’at (29/8/2025), menyampaikan bahwa pihaknya secara langsung menyerahkan dokumen tersebut kepada Wakil Bupati setelah melakukan dialog kemarin.

“Kami ingin Pulau Banyak Barat tidak terus-menerus dikenal sebagai daerah terluar, tetapi sebagai bagian dari Aceh Singkil yang juga tumbuh, maju, dan sejajar dengan kecamatan lainnya,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Hamzah Sulaiman menyambut aspirasi tersebut dengan antusias. Ia menilai bahwa suara pemuda merupakan cerminan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah.

“Aspirasi ini adalah wujud nyata cinta masyarakat kepada tanah kelahirannya. Pemerintah kabupaten akan memberikan perhatian serius. Tidak boleh ada satu pun wilayah yang tertinggal, termasuk Pulau Banyak Barat,” tegasnya.

Pertemuan tersebut menjadi lebih dari sekadar dialog. Ia menjadi titik tolak lahirnya komitmen bersama — antara pemuda yang berani bersuara dan pemerintah yang siap mendengar. Dari pulau-pulau terluar Aceh Singkil, suara itu kini menggema, membawa pesan bahwa pembangunan harus menjangkau hingga ke tepian negeri.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi