Katacyber.com | Meulaboh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat akhirnya menuntaskan pembangunan trase baru pada ruas jalan penghubung Gampong Kubu Capang menuju Gampong Pasi Ara, Kecamatan Woyla Timur.
Pembangunan jalur baru tersebut menjadi solusi permanen atas ancaman longsor yang selama ini mengganggu akses transportasi masyarakat di kawasan tersebut.
Kini, akses jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga itu telah kembali normal dan dapat dilalui dengan aman oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sebelumnya, ruas jalan lama yang berada di pinggir aliran Krueng Woyla mengalami kerusakan cukup parah akibat gerusan arus sungai yang terus mengikis badan jalan dari waktu ke waktu.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan dan debit air sungai meningkat.
Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR mengambil langkah strategis dengan mengalihkan jalur jalan ke lokasi yang lebih aman melalui pembangunan trase baru di kawasan perbukitan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan keputusan membangun jalur baru dilakukan setelah melalui kajian teknis di lapangan.
Menurutnya, mempertahankan jalur lama bukan lagi pilihan yang tepat karena ancaman longsor dan amblas akan terus terjadi akibat erosi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla.
“Jika tetap kita mempertahankan jalur lama yang berada di pinggir sungai, risiko amblas akan terus terjadi. Maka untuk mencari jalur yang aman, kami melakukan pembangunan trase jalan baru di atas bukit sepanjang 300 meter,” kata Beni Hardi, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan trase baru tersebut memerlukan pekerjaan pemotongan bukit guna mendapatkan elevasi jalan yang sesuai dengan standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dalam proses pengerjaannya, Dinas PUPR Aceh Barat mengerahkan dua unit alat berat berupa excavator dan bulldozer untuk memangkas ketinggian bukit sedalam 4 hingga 6 meter.
Pekerjaan itu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi kontur tanah agar kemiringan jalan yang terbentuk tetap stabil serta mampu mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara.
Selain membuka badan jalan baru, tim di lapangan juga melakukan penataan lereng dan perapian jalur agar akses yang dibangun memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap kondisi cuaca maupun pergerakan tanah.
Keberhasilan pembangunan trase baru ini disambut positif oleh masyarakat setempat karena akses transportasi yang sempat terganggu kini kembali lancar. Jalur tersebut menjadi akses penting bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kebutuhan sosial lainnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas antarwilayah, terutama pada daerah-daerah yang rawan bencana dan membutuhkan penanganan cepat agar mobilitas masyarakat tidak terhambat.
Dengan selesainya pembangunan trase baru Kubu Capang–Pasi Ara, diharapkan aktivitas masyarakat di Kecamatan Woyla Timur dapat kembali berjalan normal, aman, dan lebih nyaman, sekaligus menjadi solusi jangka panjang terhadap ancaman longsor yang selama ini menghantui ruas jalan tersebut. (Red)



























































Leave a Review