Katacyber.com | Meulaboh — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat berhasil menuntaskan penanganan darurat longsor pada ruas jalan penghubung Desa Jawi–Sipot, tepatnya di Gampong Lueng Baro, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Ruas jalan tersebut sebelumnya mengalami longsor pascabanjir pada November 2025 lalu, yang diperparah oleh intensitas hujan tinggi yang kerap mengguyur wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menyampaikan bahwa penanganan darurat sementara terhadap longsor badan jalan di Desa Lueng Baro yang menghubungkan Kecamatan Sungai Mas dan Woyla telah berhasil dipulihkan dan kini sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk berukuran besar.
Beni menjelaskan, panjang badan jalan yang terdampak longsor mencapai sekitar 35 meter. Upaya penanganan dilakukan dengan penimbunan material, pengerasan badan jalan, serta pembangunan tanggul sementara menggunakan batang kelapa guna menahan pergerakan tanah dan mencegah longsor susulan.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim di lapangan, penanganan darurat sementara longsor di Desa Lueng Baro, Kecamatan Sungai Mas, telah tuntas 100 persen. Saat ini kendaraan sudah bisa melintas dengan aman dan lancar,” ujar Beni Hardi, Selasa (25/3/2026).
Meski jalur telah kembali terbuka, pihaknya tetap mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut, terutama di wilayah perbukitan yang diapit jurang terjal di sisi kiri dan kanan jalan, terlebih dalam kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Menurutnya, penanganan darurat ini dilakukan sebagai langkah cepat agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga, mengingat ruas jalan Jawi–Sipot merupakan jalur vital penghubung antarwilayah, khususnya antara Kecamatan Sungai Mas dan Woyla.
Selain itu, arus kendaraan diperkirakan akan meningkat menjelang libur Idulfitri, sehingga percepatan penanganan menjadi prioritas.
Lebih lanjut, Beni menegaskan bahwa penanganan permanen terhadap ruas jalan tersebut telah direncanakan pada tahun ini melalui dukungan anggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026.
“Target kami pada Mei 2026, penanganan permanen ruas jalan Jawi–Sipot di Desa Lueng Baro ini sudah dapat direalisasikan, sehingga kondisi jalan menjadi lebih aman dan tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang,” pungkasnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi badan jalan di lokasi tersebut guna memastikan stabilitas konstruksi darurat yang telah dibangun tetap terjaga. Petugas lapangan juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, terutama pada saat curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan Kecamatan Sungai Mas.
Pihaknya juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan aparatur gampong setempat terus dilakukan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat terkait kondisi jalan. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan jalur tersebut, termasuk dengan segera melaporkan apabila ditemukan retakan tanah, pergerakan lereng, atau kerusakan badan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Dengan selesainya penanganan darurat ini, diharapkan mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi warga di wilayah pedalaman dapat kembali berjalan normal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara bertahap agar konektivitas antarwilayah di Kabupaten Aceh Barat semakin baik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)






















































Leave a Review