Katacyber.com | Aceh Singkil, 29 Agustus 2025 – Dalam upaya mendorong percepatan pembangunan di wilayah kepulauan, pemuda dan masyarakat Kecamatan Pulau Banyak B
arat menggelar pertemuan terbuka dengan Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, pada Kamis (28/8). Pertemuan yang berlangsung di Kecamatan Pulau Banyak Barat itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog produktif antara pemerintah daerah dan warga setempat.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, para pemuda menyuarakan berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan pembangunan di wilayah mereka. Sebagai kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Aceh Singkil, Pulau Banyak Barat yang terdiri dari Desa Haloban, Asantola, Ujung Sialit, dan Suka Makmur, menghadapi tantangan berat, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga rendahnya kualitas pelayanan publik.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah aksesibilitas. Jarak tempuh hingga enam jam menuju ibu kota kabupaten membuat masyarakat kesulitan mengakses layanan dasar seperti pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.
Dalam dokumen aspirasi yang diserahkan secara resmi kepada Wakil Bupati, terdapat beberapa poin mendesak yang disoroti, antara lain:
1. Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan: Evaluasi terhadap kinerja camat serta efektivitas Musrenbang kecamatan yang selama ini dinilai bersifat seremonial dan tidak berdampak nyata.
2. Peningkatan Infrastruktur Vital: Termasuk percepatan pembangunan pelabuhan feri di Desa Haloban dan jembatan penghubung Dusun Suka Maju di Desa Asantola, yang penting untuk akses pendidikan dan mobilitas warga.
3. Pendidikan: Penanganan anak putus sekolah di Dusun Keupeng, peningkatan sarana dan prasarana SD Haloban, serta perbaikan fasilitas SMP Negeri 1 Pulau Banyak Barat.
4. Kesehatan: Pengaktifan layanan rawat inap di Puskesmas dan penyediaan fasilitas medis dasar 24 jam untuk menjamin pelayanan kesehatan yang layak.
5. Kedisiplinan ASN: Masyarakat mengeluhkan masih rendahnya kedisiplinan aparatur sipil negara, terutama ASN dari luar daerah yang kerap meninggalkan tugas dalam waktu lama.
6. Pengaktifan Instansi Vertikal: Warga menuntut pengaktifan lembaga seperti KUA, Polsek, dan Koramil di wilayah Pulau Banyak Barat guna memperkuat pelayanan publik dan keamanan.
7. Perwakilan pemuda secara simbolis menyerahkan dokumen aspirasi tersebut kepada Hamzah Sulaiman sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan semangat para pemuda. Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya pemuda, dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah kepulauan. Harapannya, Pulau Banyak Barat dapat berkembang sejajar dengan kecamatan lainnya di Aceh Singkil. (*)


























































Leave a Review