Kami Sahabat Leuser (KSL) Gelar Diskusi Peduli Lingkungan

Katacyber.com | Aceh Selatan – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan membumikan semangat konservasi lingkungan, Kami Sahabat Leuser (KSL) melaksanakan kegiatan diskusi akar rumput bersama para santri Pesantren Nurul Huda yang terletak di Kecamatan Menggamat, Aceh Selatan, Kamis (01/05/2025).

Kegiatan ini berlangsung di hamparan alam terbuka, tepat di tepian sungai yang mengalir jernih dan dikelilingi hijaunya pegunungan. Suasana damai ini dimanfaatkan oleh KSL dan para santriwan-santriwati untuk berbincang tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberadaan satwa-satwa liar yang hidup di dalamnya.

Ferri Irawan, Penanggung Jawab kegiatan edukasi dari Forum Konservasi Leuser (FKL), menyampaikan bahwa pendekatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui narasi keagamaan yang akrab bagi para santri.

“Kami percaya bahwa santri memiliki peran strategis di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang bersentuhan langsung dengan Kawasan Ekosistem Leuser. Mereka kelak menjadi imam, khatib, atau penceramah di desa-desa, sehingga pesan-pesan konservasi dapat disampaikan melalui dakwah dan ceramah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para santri juga turut membagikan ilmu keagamaan yang relevan dengan tema lingkungan, mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pentingnya menjaga alam serta larangan merusak bumi. Hal ini memberikan perspektif baru bagi KSL tentang nilai-nilai konservasi dari sudut pandang agama.

Pihak pesantren menyambut baik kegiatan ini. Salah satu pendidik menyampaikan bahwa sejak safari Ramadan beberapa bulan terakhir, para santri Nurul Huda sudah mulai menyisipkan pesan-pesan pelestarian lingkungan dalam setiap ceramah mereka di desa-desa sekitar.

“Ini bentuk kepedulian terhadap kerusakan lingkungan yang sudah mulai terasa dampaknya di wilayah Kluet Tengah,” ujar salah satu ustaz di pesantren tersebut.

Setelah diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sungai. Para peserta menyusuri aliran sungai sambil mengumpulkan sampah plastik di sepanjang tepian untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan yang sudah disiapkan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk nyata implementasi dari hasil diskusi.

Kegiatan diakhiri dengan makan bersama dan doa bersama untuk memohon keberkahan atas segala upaya pelestarian yang telah dilakukan.

Ferri menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilakukan di berbagai wilayah penyangga hutan Leuser. “Kami ingin membangun gerakan konservasi yang tumbuh dari akar rumput, dan pesantren adalah salah satu tempat terbaik untuk memulainya,” tutupnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi