Katacyber.com ǀ Gayo Lues – Pelaksanaan pasar murah tanggap inflasi yang diselenggarakan oleh pemerintah di Kabupaten Gayo Lues mendapat respons oleh Ali Ameran karena dapat menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat, Senin, (24/03/2025).
Menurutnya, meskipun pasar murah tersebut dimaksudkan sebagai upaya stabilisasi harga barang kebutuhan pokok di tengah kondisi inflasi, namun beberapa hal yang menjadi temua dalam proses distribusi Sembako murah justru memicu berbagai persoalan seperti distribusi kupon tidak merata.
“Banyak masyarakat yang telah mengantri dengan tertib sesuai aturan yang berlaku, namun mereka tidak mendapatkan kupon Sembako murah. Sebaliknya, beberapa individu yang tidak mengikuti antrian malah diprioritaskan dan diberikan kupon.” ujar Ali.
Ia juga menjelaskan, proses pembagian Sembako seharusnya mengikuti jadwal dan prosedur antrian yang telah ditetapkan. Namun, kenyataannya tidak terlaksana dengan baik.
“Mereka yang sudah lama menunggu dengan sabar malah tidak mendapatkan hak mereka, sementara orang yang tidak ikut mengantri justru diprioritaskan. Kejadian ini tentu saja menimbulkan rasa ketidakpuasan dan ketidakadilan di masyarakat.” Terang Ali lagi.
Selanjutnya, Ali menyebut pembagian Sembako seharusnya lebih diutamakan bagi warga yang tinggal di Kecamatan Dabun Gelang. Namun, kenyataannya, warga luar yang tidak terdaftar di wilayah prioritas justru lebih awal mendapatkan Sembako.
“Kami meminta agar distribusi Sembako dilakukan dengan transparan, adil, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, penting untuk melibatkan pengawasan yang lebih ketat terhadap panitia yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.” sebut Ali.


























































Leave a Review