Katacyber.com | Banda Aceh — Yudisium Gelombang II Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh diwarnai dengan peluncuran buku karya salah satu peserta yudisium, Fadhal Al Khalidi, berjudul “IPK Tak Pernah Mencatat Air Mata”. Peluncuran buku ini menjadi momen istimewa dalam rangkaian acara yudisium yang berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry pada Kamis, (15/05/2025).
Kegiatan yudisium merupakan prosesi akademik yang menandai kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh tahapan studi. Acara ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Prof. Dr. Salman Abdul Muthalib, Lc., M.Ag., beserta jajaran civitas akademika lainnya.
Dalam sambutannya, Prof. Salman menyambut hangat peluncuran buku tersebut dan secara simbolis menerima langsung buku dari sang penulis. Ia juga membuka formalitas peluncuran sebagai bentuk apresiasi terhadap karya ilmiah mahasiswa.
Buku “IPK Tak Pernah Mencatat Air Mata” merupakan hasil refleksi dan penghayatan penulis selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Di dalamnya, Fadhal mengangkat kisah-kisah nyata, suara-suara sunyi yang jarang terdengar, serta pengalaman emosional mahasiswa yang seringkali tersembunyi di balik angka-angka akademik.
“Buku ini adalah ruang pengakuan dan pelipur lara bagi mereka yang merasa tidak terlihat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keberanian untuk bertahan, menjaga kesehatan mental, dan tetap manusiawi di tengah tekanan dunia pendidikan,” ujar Fadhal.
Pihak fakultas melalui Wakil Dekan Bidang Akademik dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan turut mengapresiasi karya tersebut dan berharap akan lahir lebih banyak karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ke depannya.
Di akhir peluncuran, Fadhal berharap agar buku ini menjadi pengingat pentingnya empati, solidaritas, serta kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih manusiawi yang menghargai proses, mengakui perjuangan, dan merayakan keberanian untuk tetap bertahan di tengah badai kehidupan.























































Leave a Review