Katacyber.com | Kutacane – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu di Aceh Tenggara padati halaman gedung DPRK Aceh Tenggara dalam rangka menggelar aksi demonstrasi.
Penanggungjawab aksi, Eko Widyanto, menyampaikan rasa prihatinnya terkait kondisi demokrasi yang sedang melanda Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari maraknya pelanggaran HAM dalam bentuk praktik regresif pihak kepolisian maupun kurangnya empati pejabat publik.
“Sumpah jabatan hanya tinggal sumpah palsu. Kami tidak akan diam ketika rakyat terus ditindas,” ujar Eko, Kamis (04/09/2025).
Selanjutnya, pihaknya mendesak eksekutif dan legislatif segera mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
Selain itu, dalam orasinya juga mendesak Presiden Prabowo Subianto berjiwa besar untuk pembebasan seluruh aktivis dan demonstran yang dituduh anarkis.
“Kami yakin pak Presiden Prabowo paham dan berjiwa besar akan melepas semua aktivis yang dituduh sebagai provokator dan anarkis. Sebab rakyat bersama Prabowo untuk memberantas para mafia dan koruptor yang masih kuat dalam pemerintahan.” ujar EKo.
Dalam aksi, terdapat enam poin tuntutan sebagai berikut:
1. Mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
2. Meminta pembebasan seluruh aktivis dan demonstran yang ditahan karena menyuarakan pendapat.
3. Menuntut Presiden Prabowo Subianto bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran HAM dan pembatasan kebebasan sipil.
4. Mahasiswa mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur karena dinilai gagal mencegah tindakan represif aparat.
5. Meminta pemerintah membatalkan pembahasan RUU bermasalah seperti RUU Polri, RUU Penyiaran, dan RUU KUHP yang dianggap mengancam demokrasi.
6. Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI serta merekomendasikan agar tambahan anggaran dialihkan untuk program yang lebih pro-rakyat.





















































Leave a Review