IPB University dan Pemerintah Sendana Dorong Data Desa Presisi Jadi Basis Pembangunan

KataCyber.com | Majene — Peneliti Sekolah Vokasi IPB University bersama Pemerintah Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mendorong pemanfaatan Data Desa Presisi (DDP) sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat di tingkat desa. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Data Desa Presisi yang digelar di Kantor Kecamatan Sendana, Selasa (29/9/2026).

FGD tersebut mempertemukan tim peneliti IPB University dengan pemerintah kecamatan, pendamping desa, serta kepala desa atau perwakilan dari 16 desa/kelurahan di Kecamatan Sendana. Forum itu menjadi bagian dari tindak lanjut atas data yang sebelumnya dihimpun di Sulawesi Barat pada 2022.

Ketua Tim IPB University, Muh Faturokhman, S.Pt., M.Si., mengatakan diskusi tersebut penting untuk melihat kembali hasil analisis data dengan kondisi yang berkembang di lapangan.

Menurutnya, data yang diperoleh tidak cukup hanya dibaca dalam bentuk angka. Diperlukan informasi dari pemerintah dan masyarakat di tingkat lokal untuk memastikan hasil analisis benar-benar menggambarkan kondisi desa.

“Melalui FGD ini kami ingin mengonfirmasi hasil analisis dengan kondisi yang ada di lapangan, termasuk melihat perubahan yang terjadi sejak pendataan dilakukan pada 2022,” ujar Muh Faturokhman.

Ia menjelaskan, pembahasan dalam forum tersebut mencakup sejumlah aspek pembangunan desa, antara lain pencapaian SDGs Desa, kondisi sosial ekonomi rumah tangga, ketimpangan antardesa, serta perkembangan aktivitas agribisnis dan nonagribisnis yang berkaitan dengan dinamika pembangunan masyarakat.

Camat Sendana, Nardi, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan FGD tersebut. Ia mendorong pemerintah desa agar tidak menjadikan data hanya sebagai dokumen administrasi, tetapi menggunakannya sebagai bahan dalam menyusun perencanaan dan menentukan prioritas pembangunan.

Menurut Nardi, keberadaan data yang akurat akan membantu pemerintah desa melihat persoalan secara lebih jelas sekaligus mengevaluasi program yang telah dilaksanakan.

“Data ini jangan hanya menjadi dokumen. Pemerintah desa harus bisa memanfaatkannya untuk melihat kondisi masyarakat dan menjadi dasar dalam menentukan program pembangunan,” kata Nardi.

Selain melakukan konfirmasi terhadap data yang telah tersedia, forum tersebut juga membahas kebutuhan pemutakhiran data serta penguatan kemampuan pemerintah desa dalam membaca dan memanfaatkan hasil analisis Data Desa Presisi.

Tim IPB University dan Pemerintah Kecamatan Sendana berharap pemanfaatan DDP dapat terus dikembangkan sehingga mampu menyediakan informasi yang akurat, kontekstual, dan mudah digunakan dalam proses perencanaan pembangunan.

Hasil diskusi dan konfirmasi lapangan selanjutnya akan menjadi bahan bagi penyempurnaan analisis, publikasi ilmiah, serta penyusunan rekomendasi kebijakan terkait penguatan pembangunan desa di Sulawesi Barat.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi