Hatim Ilwan, Konsistensi di Balik Komunikasi dan Tata Kelola Perta Arun Gas

Oleh: Muhammad Fadli
Sekretaris Umum HMI Badko Aceh

Di balik perjalanan sebuah perusahaan energi yang terus bergerak menghadapi perubahan zaman, ada banyak peran yang sering kali tidak terlihat secara langsung oleh publik. Salah satunya adalah peran Corporate Secretary atau Sekretaris Perusahaan.

Posisi ini mungkin tidak selalu berada di garis depan pemberitaan, tetapi memiliki fungsi yang sangat strategis. Corporate Secretary menjadi salah satu simpul penting dalam memastikan komunikasi perusahaan berjalan dengan baik, hubungan dengan para pemangku kepentingan terjaga, serta berbagai kepentingan perusahaan dapat dikomunikasikan secara profesional kepada publik.

Dalam konteks tersebut, sosok Hatim Ilwan, Sekretaris Perusahaan PT Perta Arun Gas (PAG), menjadi menarik untuk diperbincangkan.

Bukan semata karena jabatannya, tetapi karena ia telah menjalankan amanah tersebut selama beberapa tahun. Waktu yang cukup panjang untuk melihat bagaimana pengalaman, konsistensi, dan kemampuan komunikasi seseorang dapat menjadi bagian dari perjalanan sebuah perusahaan.

Bukan Sekadar Jabatan
Menurut saya, menjadi Corporate Secretary selama beberapa tahun bukanlah pekerjaan yang sederhana.

Seorang Sekretaris Perusahaan harus berhadapan dengan berbagai kepentingan. Ada kepentingan perusahaan, pemegang saham, pemerintah, masyarakat, media, mitra kerja, hingga stakeholder lainnya.

Setiap persoalan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Kesalahan dalam komunikasi dapat menimbulkan persepsi yang keliru. Sebaliknya, komunikasi yang dilakukan secara tepat dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Karena itu, seorang Corporate Secretary harus memiliki kemampuan untuk memahami substansi persoalan sekaligus memiliki kepekaan terhadap bagaimana persoalan tersebut diterima oleh publik. Dalam hal ini, pengalaman Hatim Ilwan menjadi sebuah modal yang cukup penting.

Sebelum berkiprah dalam dunia korporasi energi, Hatim memiliki pengalaman di bidang jurnalistik dan komunikasi. Pengalaman tersebut tentu memberikan perspektif tersendiri dalam melihat isu, membaca dinamika publik, serta memahami bagaimana sebuah informasi dapat memengaruhi persepsi masyarakat.

Pengalaman di lingkungan sektor energi dan Pertamina kemudian semakin memperkuat pemahamannya terhadap karakter industri yang memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.

Komunikasi Menjadi Kekuatan Korporasi
Bagi perusahaan seperti PAG, komunikasi bukan sekadar kebutuhan pelengkap. PAG berada dalam ekosistem industri energi yang memiliki hubungan erat dengan kepentingan nasional maupun daerah. Aktivitas perusahaan juga bersentuhan dengan berbagai kelompok masyarakat dan stakeholder.

Karena itu, perusahaan membutuhkan komunikasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, terukur, dan bertanggung jawab.

Di sinilah saya melihat posisi Hatim Ilwan memiliki arti strategis. Pengalaman sebagai seorang jurnalis memberikan kemampuan untuk memahami bagaimana media bekerja. Sementara pengalaman di bidang komunikasi, hubungan masyarakat, dan CSR memberikan pemahaman mengenai bagaimana perusahaan membangun relasi dengan publik.

Dua pengalaman tersebut ketika dipadukan dalam lingkungan korporasi energi dapat menjadi kekuatan yang sangat penting.

Perusahaan tidak cukup hanya memiliki kinerja bisnis yang baik. Perusahaan juga harus mampu menjelaskan apa yang dilakukan, mengapa hal tersebut dilakukan, dan bagaimana keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi stakeholder.

Kepercayaan publik pada akhirnya tidak lahir hanya dari sebuah pernyataan. Kepercayaan dibangun melalui konsistensi.

Menjaga Hubungan dengan Stakeholder
Salah satu tantangan terbesar perusahaan energi adalah menjaga hubungan yang harmonis dengan stakeholder.

Masyarakat ingin mengetahui kontribusi perusahaan. Pemerintah membutuhkan komunikasi yang baik. Media membutuhkan informasi yang akurat. Mitra kerja membutuhkan kepastian. Sementara perusahaan sendiri harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan tata kelola yang berlaku.

Corporate Secretary berada di tengah-tengah kepentingan tersebut. Karena itu, posisi ini membutuhkan kemampuan komunikasi sekaligus kemampuan membangun hubungan.

Dalam pandangan saya, pengalaman Hatim Ilwan selama beberapa tahun di posisi Sekretaris Perusahaan PAG menunjukkan bahwa fungsi komunikasi korporasi tidak dapat dipisahkan dari tata kelola perusahaan.

Komunikasi yang baik akan memperkuat reputasi. Reputasi yang baik akan memperkuat kepercayaan. Dan kepercayaan merupakan salah satu aset paling penting bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Pengalaman yang Terus Bertumbuh
Ada satu hal yang menurut saya menarik dari perjalanan Hatim Ilwan. Ia tidak datang dari satu ruang profesional saja.

Pengalaman jurnalistik, komunikasi pemerintahan, sektor energi, hubungan masyarakat, CSR, hingga kemudian menjadi Corporate Secretary memberikan perjalanan profesional yang cukup beragam.

Perjalanan seperti ini penting karena dunia korporasi hari ini semakin membutuhkan orang-orang yang tidak hanya memahami satu bidang.

Seorang pejabat perusahaan harus mampu memahami substansi bisnis, komunikasi publik, dinamika sosial, hingga perubahan ekspektasi masyarakat.

Terlebih di era digital seperti sekarang, informasi dapat berkembang dalam hitungan menit. Satu persoalan yang terjadi di lapangan dapat menjadi perhatian publik dalam waktu singkat. Karena itu, perusahaan harus memiliki kemampuan komunikasi yang cepat sekaligus tetap mengedepankan ketepatan informasi. Di sinilah pengalaman menjadi sangat berharga.

Beberapa tahun berada di posisi Corporate Secretary tentunya memberikan Hatim Ilwan pengalaman menghadapi berbagai karakter persoalan dan stakeholder. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat kualitas komunikasi perusahaan.

PAG dan Tantangan ke Depan
Perta Arun Gas juga memiliki tantangan yang tidak ringan ke depan. Perubahan industri energi, tuntutan efisiensi, perkembangan teknologi, isu lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta ekspektasi terhadap perusahaan negara dan anak perusahaan Pertamina membuat dunia korporasi energi semakin kompleks.

Perusahaan dituntut bukan hanya mampu menjaga operasional, tetapi juga mampu beradaptasi. Dalam situasi tersebut, peran Corporate Secretary akan semakin penting.

Sekretaris Perusahaan harus mampu menjadi penghubung yang efektif antara kepentingan perusahaan dengan stakeholder. Ia harus mampu memastikan komunikasi perusahaan tetap profesional, terbuka, dan tidak kehilangan substansi.

Bagi saya, Hatim Ilwan memiliki pengalaman yang relevan untuk menghadapi tantangan tersebut. Namun tentu saja, apresiasi terhadap seseorang tidak boleh berhenti pada jabatan atau lamanya seseorang berada di posisi tertentu.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi perusahaan. Karena pada akhirnya, jabatan adalah amanah, sedangkan kontribusi adalah ukuran yang akan terus diingat.

Menjaga Kepercayaan Lebih Sulit daripada Membangunnya
Ada satu prinsip sederhana yang menurut saya relevan untuk melihat peran seorang Corporate Secretary:

membangun kepercayaan membutuhkan waktu, tetapi kehilangan kepercayaan dapat terjadi dalam sekejap. Karena itu, konsistensi menjadi sangat penting.

PAG membutuhkan komunikasi yang dapat dipercaya. Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas. Stakeholder membutuhkan hubungan yang profesional. Dan perusahaan membutuhkan reputasi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Di titik inilah keberadaan Corporate Secretary menjadi lebih dari sekadar fungsi administratif. Ia adalah bagian dari wajah perusahaan.

Dan selama beberapa tahun menjalankan amanah sebagai Sekretaris Perusahaan PAG, Hatim Ilwan memiliki kesempatan untuk terus memperkuat wajah tersebut melalui komunikasi, keterbukaan, profesionalisme, dan hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder.

Bagi saya, perjalanan Hatim Ilwan di PAG adalah gambaran bahwa seorang profesional tidak hanya dinilai dari posisi yang ditempati, tetapi dari konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Ke depan, tantangan PAG tentu akan semakin besar. Tetapi dengan pengalaman yang telah dibangun, komunikasi yang semakin kuat, serta tata kelola yang terus diperbaiki, PAG memiliki peluang untuk terus menjadi bagian penting dari perkembangan industri energi dan perekonomian daerah.

Hatim Ilwan telah menjalani beberapa tahun perjalanan tersebut. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman itu terus dikonversi menjadi energi baru untuk membawa komunikasi dan tata kelola PAG menjadi semakin kuat, profesional, dan dipercaya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi