Katacyber.com | Sinabang – Sejumlah sekolah di Kabupaten Simeulue, Aceh, diduga diminta membayar kutipan untuk mendukung pelaksanaan peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 Provinsi Aceh tingkat Kabupaten Simeulue tahun 2026.
Informasi tersebut diperoleh redaksi katacyber.com melalui pesan WhatsApp dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut sumber tersebut, nominal kutipan yang diminta kepada sekolah tidak seragam, yakni berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp700 ribu untuk masing-masing sekolah sesuai barang bukti yang ia kumpulkan dalam bentuk resi pengiriman (transfer).
Narasumber menyebut, dana tersebut dikumpulkan untuk kebutuhan pelaksanaan dan memeriahkan rangkaian kegiatan Hardikda ke-67 tingkat Kabupaten Simeulue.
“Kutipan itu memang diberlakukan kepada sekolah, tetapi nominalnya berbeda-beda,” ujar sumber tersebut kepada Katacyber.com, Minggu (27/9/2026).
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti siapa pihak yang menetapkan, mengoordinasikan, maupun memberikan instruksi terkait kutipan tersebut.
Redaksi Katacyber.com tidak serta-merta menyimpulkan bahwa kutipan tersebut merupakan pungutan yang melanggar ketentuan. Hal itu masih membutuhkan penjelasan resmi mengenai dasar, mekanisme, tujuan penggunaan dana, serta pihak yang bertanggung jawab atas penghimpunan dana tersebut.
Untuk memperoleh keberimbangan informasi, redaksi Katacyber.com telah meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, Sahirman, pada Senin (27/9/2026).
Konfirmasi tersebut antara lain menyangkut kebenaran adanya kutipan kepada sekolah, dasar pelaksanaan penghimpunan dana, besaran yang ditetapkan, serta pihak yang menginisiasi atau mengoordinasikan kutipan tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue.
Katacyber.com tetap membuka ruang bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue maupun pihak lain yang berkepentingan untuk memberikan klarifikasi, sehingga informasi mengenai dugaan kutipan tersebut dapat disajikan secara utuh dan berimbang.
Redaksi juga akan terus melakukan penelusuran untuk mengetahui apakah kutipan tersebut memiliki dasar dan mekanisme resmi serta bagaimana pertanggungjawaban penggunaan dana yang dihimpun. (Red)


























































Leave a Review