Wabup Abdya Jadi Inspektur Upacara di MIN 2, Tekankan Disiplin dan Karakter Siswa

Katacyber.com | ACEH BARAT DAYA – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, menjadi inspektur upacara bendera di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Abdya. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para siswa menanamkan disiplin, menghormati guru, bijak menggunakan teknologi, serta menjauhi perundungan sejak dini, Senin (21/9/2026).

Upacara yang berlangsung di halaman madrasah itu menjadi momentum bagi Zaman Akli untuk memberikan motivasi sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya pembentukan karakter kepada para peserta didik.

Menurutnya, upacara bendera tidak sekadar menjadi kegiatan rutin setiap Senin, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan sejumlah nilai penting dalam kehidupan siswa dan tenaga pendidik.

“Upacara menjadi salah satu sarana untuk belajar disiplin, menghargai waktu, serta menghormati guru dan orang yang lebih tua,” ujar Akli.

Ia juga mengingatkan para siswa mengenai tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat.

“Anak-anak kami sekalian, kalian adalah generasi yang akan menentukan seperti apa Abdya ini di masa yang akan datang,” katanya.

Akli mengatakan, meskipun saat ini para peserta didik masih duduk di bangku madrasah, mereka nantinya berpeluang menjadi guru, dokter, ulama, pengusaha, aparatur pemerintah, hingga pemimpin bangsa.

Karena itu, ia meminta para siswa tidak menganggap remeh kebiasaan yang dilakukan selama berada di sekolah. Menurutnya, datang tepat waktu, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, rajin membaca Al-Qur’an, menjaga persahabatan, serta tidak melakukan perundungan merupakan bagian dari proses membentuk masa depan.

“Jangan pernah menganggap kecil apa pun kebiasaan yang kalian lakukan selama berada di sekolah. Datang tepat waktu, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, rajin membaca Al-Qur’an, menjaga persahabatan dan tidak melakukan perundungan terhadap teman adalah bagian dari perjuangan,” sebutnya.

Selain pembentukan karakter, Akli juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi melalui telepon genggam harus diimbangi dengan akhlak dan rasa tanggung jawab.

“Jangan sampai teknologi membuat kita jauh dari agama, media sosial membuat kita lupa belajar atau kemudahan informasi membuat kita mudah percaya berita yang belum tentu benar. Gunakan teknologi untuk belajar, menambah pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan berbagai hal yang bermanfaat,” ucap Akli.

Ia juga berpesan agar para siswa tidak takut memiliki cita-cita tinggi dan tidak berkecil hati meskipun berasal dari keluarga sederhana.

Menurut Akli, kondisi seseorang saat ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Kesuksesan, katanya, dapat diraih melalui kemauan untuk belajar, bekerja keras, berdoa, dan terus memperbaiki diri.

“Jangan pernah merasa rendah hanya karena berasal dari keluarga sederhana. Jangan pernah merasa tidak mampu hanya karena hari ini belum berhasil. Kesuksesan tidak ditentukan oleh bagaimana keadaan kita hari ini, tetapi oleh seberapa kuat kita mau belajar dan berusaha memperbaiki diri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Akli juga menyampaikan penghargaan kepada para guru atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda.

Atas nama Pemerintah Abdya, ia mengapresiasi para guru yang tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar kepada siswa, tetapi juga membentuk karakter, membangun kebiasaan baik, serta memberikan keteladanan.

“Menjadi guru bukanlah pekerjaan yang ringan. Guru bukan hanya mengajarkan membaca, menulis dan berhitung. Guru juga mendidik karakter, membentuk kebiasaan, memberikan teladan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak kita,” terang Akli.

Menurutnya, hasil pengabdian seorang guru terkadang tidak dapat dilihat secara langsung. Namun, dampaknya akan terlihat ketika para siswa tumbuh menjadi pribadi yang berhasil dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Apa yang Bapak dan Ibu tanamkan hari ini mungkin tidak langsung terlihat hasilnya. Namun, ketika anak-anak ini sukses dan bermanfaat bagi masyarakat, di sanalah terlihat betapa besarnya jasa seorang guru,” tutupnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi