Katacyber.com, KUALA LUMPUR – Sejarah baru tercipta bagi dunia pendidikan dan politik Aceh.Rektor Universitas Deztron Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Pejuangan Aceh, Prof Adjunct Dr Marniati, resmi dikukuhkan sebagai Profesor Adjunct di Open University Malaysia (OUM) di Kuala Lumpur, Mei 2026.
Pengangkatan ini menegaskan bahwa putri daerah dari Aceh mampu menembus dan diakui di lingkaran akademik internasional yang bergengsi, sekaligus membawa perspektif kepemimpinan politik yang berpihak pada pendidikan dan pembangunan SDM.
Sebagai akademisi dan pemimpin lembaga pendidikan, Prof. Adjunct Dr. Marniati selama ini dikenal konsisten memperjuangkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda, khususnya di Aceh dan wilayah Sumatera utara dan wilayah lainya
Di saat yang sama, perannya sebagai Ketua Umum Partai Pejuangan Aceh menempatkannya sebagai figur yang menjembatani agenda pendidikan, pembangunan daerah, dan penguatan demokrasi lokal. Jejaknya dalam membangun kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri menjadikan namanya dipercaya sebagai penghubung antara dunia akademik Indonesia dan Malaysia.
Dalam posisi barunya sebagai Profesor Adjunct OUM, Prof Adjunct Dr Marniati diharapkan berperan aktif dalam pengajaran, kolaborasi riset, serta pengembangan program akademik bersama antara OUM dan mitra-mitra pendidikan di Indonesia. Kehadiran figur asal Aceh di jajaran profesor adjunct universitas terbuka terkemuka di kawasan ini memberikan inspirasi kuat bahwa putra-putri bangsa dapat berdiri sejajar dengan akademisi dunia.
Bagi Aceh, momen ini merupakan kebanggaan kolektif bagi Dosen Indonesia, ini adalah bukti kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing secara terhormat di tingkat global.
Pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan tertinggi OUM serta para tamu undangan dari berbagai negara. Hadir dalam majlis tersebut Pembina yaysan Ubudiyah Indonesia yang mendampingi langsung. Dan petinggi OUM yaitu Presiden Open University Malaysia, YBhg Prof Dato’ Dr Ahmad Izanee Awang, yang memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengukuhan Prof Adjunct Dr Marniati sebagai Profesor Adjunct OUM.
Turut hadir para Naib Canselor OUM, yaitu Emeritus Prof Datuk Dr Mohd Tajudin Md Ninggal ,
Deputy Vice-Chancellor Academic & Research), Prof Datin Dr Santhi Raghavan Vice-Chancellor Learner Experience & Technology), dan Prof Dr Yon Rosli Daud (Vice President Business Development), bersama para dekan dan pimpinan fakultas OUM.
Kehadiran lengkap jajaran ini menunjukkan tingginya penghargaan OUM terhadap pengukuhan Profesor Adjunct dari Indonesia.
Dalam agenda yang sama Prof Adjunct Dr Marniati hadir sebagai tamu kehormatan hadir dalam acara Konvokesyen ke-30 OUM yang meluluskan lebih dari 7.000 lulusan dari berbagai program studi pada convocation ke 30.
kehadiran prof adjunct Marniati M.Kes putri asal Aceh ini mengibarkan citra positif bagi Aceh dan Indonesia di forum akademik internasional
“Dalam sambutan nya Pengukuhan saya sebagai Profesor Adjunct di Open University Malaysia saya maknai bukan sebagai capaian pribadi semata, melainkan sebagai kehormatan bagi Aceh dan Indonesia,” ujar Prof Adjunct Dr Marniati. “Ini adalah bukti bahwa putra-putri daerah, ketika diberi kesempatan dan dukungan, mampu diakui di panggung akademik internasional dan membawa nama baik bangsa.”
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa amanah tersebut harus dikembalikan untuk kemaslahatan pendidikan dan pembangunan di tanah air. “Kepercayaan yang diberikan OUM adalah amanah besar untuk terus menguatkan jembatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Malaysia,” kata Prof Adjunct Dr Marniati. “Saya berharap kolaborasi ini dapat membuka jalan lebih luas bagi generasi muda Aceh dan Indonesia untuk belajar, berkarya, dan berkompetisi secara terhormat di tingkat global.”
Sebagai Rektor Universitas Deztron Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Pejuangan Aceh dan seorang pengusaha wanita , Prof Adjunct Dr Marniati melihat pengukuhan ini sebagai momentum penting bagi penguatan lembaga-lembaga pendidikan dan konsolidasi agenda pembangunan SDM. “
Pengukuhan ini menjadi dorongan bagi kami untuk memperluas program-program bersama yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan di kedua negara,” ungkapnya. “
Kami ingin Aceh dan Indonesia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi mitra setara yang berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi antar bangsa
Sinergi ini diharapkan melahirkan lebih banyak kolaborasi nyata yang langsung dirasakan dampaknya oleh mahasiswa dan masyarakat di tanah air.
Pengukuhan Prof Adjunct Dr Marniati sebagai Profesor Adjunct di OUM menandai satu babak baru: Aceh tidak lagi hanya dikenal melalui sejarah dan budayanya, tetapi juga lewat kepemimpinan akademik dan politik yang dihormati di level dunia.






















































Leave a Review