Katacyber.com | Meulaboh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan infrastruktur vital Jembatan Pasi Mesjid di Kecamatan Meureubo, menyusul munculnya titik longsoran baru pada jalan pendekat (oprit) yang berpotensi memutus akses transportasi masyarakat jika tidak segera ditangani.
Penanganan cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons darurat pemerintah daerah guna menjaga konektivitas antarwilayah serta menjamin keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menyatakan bahwa pengerjaan di lapangan saat ini difokuskan pada perlindungan struktur bawah jembatan melalui rehabilitasi sementara. Langkah ini bertujuan mencegah kerusakan yang lebih besar pada talud dan oprit jembatan.
Menurut Beni, kondisi di lapangan menunjukkan adanya penurunan tanah yang cukup signifikan akibat longsoran baru yang terjadi di sekitar area jembatan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi membahayakan stabilitas struktur utama jembatan.
“Fokus kami saat ini adalah memperkuat abutment atau kepala jembatan dengan membangun talud darurat di titik-titik kritis. Talud ini berfungsi sebagai dinding penahan tanah agar longsoran tidak merembet dan menggerus struktur utama jembatan,” ungkap Beni Hardi, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan bahwa apabila struktur abutment mengalami pergeseran atau kerusakan serius, risiko ambruknya jembatan akan sangat besar dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.
Selain pembangunan talud pengaman, tim teknis PUPR juga melakukan rehabilitasi pada beberapa bagian lantai dan pagar jembatan yang mulai mengalami kerusakan akibat dampak pergeseran tanah. Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan jembatan tetap dapat difungsikan secara aman.
Beni menambahkan bahwa penanganan sementara ini dilaksanakan menggunakan dana darurat kabupaten sebagai langkah cepat untuk mengantisipasi risiko kerusakan lanjutan, sambil menunggu realisasi perbaikan permanen dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, beberapa bulan sebelumnya tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah melakukan survei teknis mendalam untuk menilai tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, Jembatan Pasi Mesjid kini telah masuk dalam daftar prioritas penanganan program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) pascabencana melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program tersebut direncanakan untuk pembangunan permanen guna mengembalikan fungsi jembatan sesuai standar keamanan nasional.
Pemerintah daerah berharap, melalui penanganan sementara yang dilakukan saat ini, usia pakai jembatan dapat diperpanjang hingga pembangunan permanen dapat direalisasikan oleh pemerintah pusat.
Di sisi lain, Dinas PUPR Aceh Barat juga terus memantau kondisi debit air sungai di sekitar jembatan, mengingat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem kerap menjadi pemicu utama terjadinya longsor di kawasan tersebut.
“Penanganan darurat ini adalah solusi terbaik yang dapat kami lakukan secara mandiri sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Yang terpenting saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga dan akses transportasi tidak terputus,” pungkas Beni. (*)



























































Leave a Review